Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Terus Meluas Hingga 450 Hektare

Toiskandar ยท Senin, 12 Agustus 2019 - 20:29 WIB
Kebakaran Hutan di Gunung Ciremai Terus Meluas Hingga 450 Hektare

Relawan memadamkan api dengan peralatan seadanya di puncak Gunung Ciremai, Kuningan, Jawa Barat, Senin (12/8/2019). (Foto: iNews.id/Toiskandar)

KUNINGAN, iNews.id - Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai perbatasan Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat terus meluas. Hingga Senin (12/8/2019), api masih belum berhasil dipadamkan.

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) Kuswandono mengatakan, hingga kini belum dapat dipastikan berapa luas tanaman yang terbakar. Namun, secara keseluruhan sudah 450 hektare kawasan yang terbakar sejak lima hari lalu baik di kawasan Majalengka dan Kabupaten Kuningan.

“Yang terdampak tentunya areal yang dekat puncak dan di bawahnya TNGC. Kalau dilihat vegetasinya, di situ yang dominan adalah cantigi dan edelweis,” katanya. 

BACA JUGA: Hutan di Gunung Ciremai Terbakar, Puluhan Pendaki Dievakuasi

Dari pantauan udara BPBD Kuningan menggunakan helikopter, tampak sejumlah titik kebakaran masih terlihat di sekitat zona puncak Ciremai. Titik kebakaran tersebut terdapat di beberapa area lembah lembah sekitar puncak dari mulai ketinggian 2.500-2.950 meter dari permukaan laut.

Beberapa titik kebakaran ini terdapat di antara lembah-lembah dan jurang ini mengakibatkan pemadaman secara manual oleh tim gabungan mengalami kesulitan yang berada di sekitar puncak Ciremai.

Kondisi cuaca buruk dengan arah angin yang tidak menentu di ketinggian lokasi kebakaran yang membuat api cepat menyebar. Kebakaran yang sudah terjadi sejak lima hari lalu itu berdampak terhadap vegetasi tanaman di sekitar lokasi kejadian seperti vegetasi tanaman edelweis dan cantigi.

Hingga saat ini penyebab kebakaran di puncak Gunung Ciremai belum diketahui. Ratusan petugas gabungan BPBD Kuningan, Balai TNGC, TNI/Polri, serta beberapa kelompok relawan peduli hutan masih terus melakukan upaya pemadaman dengan cara manual di beberapa titik kebakaran. 


Editor : Kastolani Marzuki