Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi, Kapolres: Tersangka Bisa Bertambah

Irwan ยท Rabu, 04 September 2019 - 22:30 WIB
Kecelakaan Beruntun di Tol Purbaleunyi, Kapolres: Tersangka Bisa Bertambah

Kapolres Purwakarta AKBP Matrius saat gelar perkara kasus kecelakaan beruntun di Tol Purbaleunyi. (Foto: iNews.id/Irwan)

PURWAKARTA, iNews.idPolres Purwakarta sudah menetapkan dua tersangka kecelakaan beruntun di Jalan Tol Purbaleunyi KM 91, Purwakarta, Jawa Barat.

Kedua tersangka yakni Subana (S) dan Dedi Hidayat (DH). Keduanya merupakan sopir dump truk yang memicu kecelakaan beruntun 21 kendaraan hingga menewaskan delapan orang dan puluhan lainnya luka-luka.

Meski demikian, polisi menyebutkan jumlah tersangka dalam kasus kecelakaan maut itu bisa bertambah.

Kapolres Purwakarta, AKBP Matrius mengatakan, penyidik masih mengembangkan kasus kecelakaan maut tersebut.  

“Bukan hanya S dan DH saja yang jadi tersangka. Penyidik masih menggali lebih dalam kemungkinan ada tersangka-tersangka lain kenapa bisa muatan melebihi semestinya,” katanya, Rabu (4/9/2019).

Dia menyebutkan, ada unsur kelalaian dalam kecelakaan beruntun itu sehingga mengakibatkan orang lain meninggal dunia, luka berat, luka ringan dan kerusakan kendaraan.

“Tersangka S bersama tersangka DH mengemudikan truk milik perusahaan yang sama membawa material tanah pasir melebihi batas semestinya. Semestinya 12 ton ternyata membawa 37 ton jadi kelebihan 25 ton atau 3 kali lipat,” katanya.

BACA JUGA:

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Polisi Tetapkan 2 Tersangka

Diancam 6 Tahun Penjara, Sopir Dump Truk: Saya Tidak Tahu Kelebihan Muatan

Dia mengatakan, untuk saat ini baru ada dua tersangka yang sudah ditetapkan. Keduanya dijerat Pasal 310 ayat 1, 2, 3, dan 4 dengan ancaman hukuman enam tahun penjara.

“DH dan S ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keterangan saksi-saksi dan keterangan tersangka. Selain itu berdasarkan barang bukti di lainnya selama dua kali olah TKP,” kata mantan Kasatlantas Polres Brebes itu.

Dia mengungkapkan, penyebab lain kecelakaan maut itu akibat muatan material kedua truk yang dikemudikan kedua tersangka melebihi batas semestinya.

“Hal itu berdampak ketika truk melaju di lokasi kejadian dengan kondisi jalan menurun rem kedua truk yang dikemudikan dua tersangka tidak berfungsi. Sehingga terjadilah tabrakan beruntun 21 kendaraan dan mengakibatkan delapan orang tewas serta puluhan luka-luka,” ujarnya.  

Tersangka Subana mengaku tidak mengetahui muatan material tanah pasir yang dibawanya bersama temannya DH dari satu perusahaan yang sama melebihi batas semestinya. “Saya tidak tahu. Saya hanya menjalankan truk,” ucapnya.


Editor : Kastolani Marzuki