Kemarau Panjang, Pemprov Jabar Segera Bikin Hujan Buatan Minggu Depan

Yogi Pasha ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 16:11 WIB
Kemarau Panjang, Pemprov Jabar Segera Bikin Hujan Buatan Minggu Depan

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) segera melakukan modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan dalam waktu dekat. Hujan buatan ini akan dilakukan di kawasan bendungan untuk mengisi cadangan air yang kondisinya saat ini sudah kritis. 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan di wilayah itu sudah dalam kondisi kritis. Artinya cadangan air yang tertampung di sejumlah bendungan kondisinya sudah mengering. 

"Ini menjadi atensi utama. Musim kemarau ini saya nyatakan sedang kritis. Minggu depan akan dimulai modifikasi cuaca untuk menghasilkan hujan dinarea bendungan yang kekurangan air," kata Emil, sapaan akrabnya, di Gedung Sate, Jumat (12/10/2018).

Dia menyebutkan, modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan itu akan dilakukan bersama BPPT. Tindakan itu sebagai langkah negara atau pemerintah mengatasi kekeringan yang terjadi di wilayah Jabar. 

BACA JUGA:

Jabar Dilanda Kekeringan, Ridwan Kamil Minta Warga Hemat Air

Musim Kemarau, PDAM Tirtawening Bandung Kurangi Pasokan Air

Mohon Hujan Tiba, Emil Ajak Warga Salat Istisqa di Lapangan Gasibu


"Ini sudah luar biasa. Air bendungan Jatiluhur sudah turun sampai minus 13 meter. Saya sudah ambil keputusan pagi ini, mulai minggu depan minimal ada 20 kali atau lebih dengan BPPT melakukan modifikasi cuaca," ungkap dia. 

Emil berharap dengan adanya hujan buatan tersebut bisa mengisi kembali cadangan air yang ada di sejumlah bendungan di Jabar, sehingga kondisi persediaan air kembali normal. 

Sebelumnya, berdasarkan pantauan udara, sejumlah wilayah Jabar memang terlihat mengalami kekeringan. Terutama sumber air di sungai-sungai dan sejumlah waduk yang volume airnya berkurang drastis. 

Krisis air bersih akibat musim kemarau berkepanjangan mulai berdampak di sejumlah wilayah di Jabar, tak terkecuali Kota Bandung. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Bandung yang memproduksi air bersih bagi ratusan ribu pelanggan bahkan mulai mengurangi pasokannya.


Editor : Himas Puspito Putra