Kementan Tanam Satu Juta Kopi di DAS Citarum

Isna Rifka Sri Rahayu ยท Kamis, 10 Januari 2019 - 21:52 WIB
Kementan Tanam Satu Juta Kopi di DAS Citarum

Menteri Pertanian Amran Sulaiman (duduk, tengah) dalam kegiatan penanaman kopi di DAS Citarum, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (10/1/2019). (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNews.id - Kementerian Pertanian melaksanakan konservasi atau pelestarian Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Salah satunya dengan memberikan bantuan benih kopi kepada petani setempat.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, sejauh ini bantuan yang diberikan mencapai satu juta benih kopi dan 475 ton pupuk organik. Selain itu, Kementan juga memberikan 320.000 bantuan benih pala dan 3.000 ton pupuk organiknya untuk mendukung kelestarian Sungai Citarum.

"Serangkaian kegiatan ini merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan daerah aliran sungai," kata Amran di Bandung, Kamis (10/1/2019).

BACA JUGA: Swasembada Padi dan Jagung Tercapai, Kementan Kejar Kedelai

Menurut Amran, perkebunan kopi merupakan salah satu komoditas konservasi yang bisa berfungsi mencengkeram agregat tanah dengan kuat, sehingga tidak mudah mengalami longsor.

"Selain itu buah kopi adalah produk yang dapat diandalkan untuk membangun penghidupan bagi petani, sehingga nantinya petani tidak perlu menebang pohan karena sudah memiliki penghasilan dari buahnya," katanya.

Tingkatkan Produk Andalan
Sekedar diketahui, wilayah Jawa Barat terus melakukan pengembangan dan inovasi di segala aspek untuk meningkatkan pamor kopi andalanya yakni Java Preanger. Kopi ini memiliki aspek mutu, kualitas dan cita rasa yang sangat luar biasa.

"Mari kita dukung konservasi ini untuk kemajuan perkebunan dalam membangun Jawa Barat menjadi juara lahir dan batin," kata Amran.

Dia menerangkan, realisasi pemulihan Sungai Citarum harus dilakukan secara bersama-sama, baik pemerintah daerah maupun lembaga dan organisasi lainya. pemulihan dan pencegahan menjadi sangat penting dalam mewujudkan Citarum Harum.

BACA JUGA: PDB Sektor Pertanian Terus Meningkat

"Saya kira organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, pelaku usaha, akademisi dan pemangku kepentingan lainya harus membangun budaya menghormati air. Lalu masyarakat juga harus mau menata pemukimanya, kemudian pengusaha taat untuk tidak membuang limbah," katanya.

Perjanjian Kerja Sama
Dalam Kegiatan ini, Amran melakukan penandatangan kerja sama dengan manajer kebun Kertamanah dan kelompok masyarakat Desa Kebun, Desa Cikembang serta Paguyuban Citarum Harum.

"Saya berharap, perjanjian ini bukan hanya sekedar diatas kertas, akan tetapi perlu implementasi nyata untuk kepentingan bersama. Jadi sekarang ini sudah bukan zamanya lagi memberi bantuan dan menerima bantuan tanpa komitmen nyata yang diwujudkan dalam bentuk aksi," kata dia.


Editor : Zen Teguh