Kesbangpol Tangani Penganut Aliran Sesat 'Sensen Komara' di Garut

Antara ยท Senin, 03 Desember 2018 - 20:01 WIB
Kesbangpol Tangani Penganut Aliran Sesat 'Sensen Komara' di Garut

Ilustrasi. (Foto: Okezone)

GARUT, iNews.id - Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar) telah menangangi satu keluarga pengikut ajaran sesat "Sensen Komara". Petugas terus melakukan pemantauan atas aktivitas keluarga tersebut.

Kepala Badan Kesbangpol Garut, Wahyudijaya mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan adanya warga bernama Hamdani bersama keluarga yang mengakui Sensen sebagai rasul akhir zaman, dibuktikan secara tertulis.

"Pembuktian itu menggantikan dua kalimat syahadat," kata Wahyudijaya di kantornya Kesbangpol Garut, Jabar, Senin (3/12/2018).

BACA JUGA: Muncul Aliran Sesat Paguyuban Karuhun Sunda di Lebak, Ini Kata MUI

Keluarga ini bertempat tinggal di Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut. MUI daerah, kata dia, juga sudah memberikan penanganan terhadap keluarga tersebut, dan membuat laporan ke Polsek Caringin.

Saat dikonfirmasi, Ketua MUI Kecamatan Caringin, Ahmad Nurjaman, menambahkan bahwa Hamdani telah bersurat ke MUI dan kecamatan untuk meminta izin salat menghadap ke timur. Dia pun mengakui Sensen sebagai rasulnya.

"Masalah itu (salat ke timur) sudah ditangani biar aqidahnya kembali ke jalan yang benar, tapi itu belum beres, sudah ada lagi surat yang ini (mengakui Sensen)," ucapnya.

BACA JUGA: Ajak Pengikutnya Robek Alquran, Penyebar Aliran Sesat Jadi Tersangka

Dia mengungkapkan, paham Sensen itu sudah diketahui sejak lama dengan pengikutnya masyarakat biasa, bahkan ada seorang pengikutnya sudah menjalani hukuman dengan kurungan penjara selama tiga tahun pada 2013.

Khusus kasus pengakuan rasul ini, kata Ahmad, MUI Kecamatan Caringin sudah menemui keluarga Hamdani untuk memberikan pengertian tentang pemahamannya yang salah.

Namun, lanjut dia, pemikirannya tersebut tetap tidak berubah dan mengakui Sensen sebagai nabinya, hingga akhirnya MUI Caringin melaporkan ke kepolisian dengan laporan penistaan agama. "Kami sudah buat laporan resmi ke Polsek," ujarnya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal