Kisah Tajudin, Desertir TNI yang Jadi Tersangka Eksekutor Pembunuh 4 Tokoh

Wildan Hidayat ยท Rabu, 29 Mei 2019 - 21:30 WIB
Kisah Tajudin, Desertir TNI yang Jadi Tersangka Eksekutor Pembunuh 4 Tokoh

Tersangka eksekutor pembunuh empat tokoh nasional Tajudin ditangkap polisi. (Foto: iNews.id/Wildan Hidayat)

BOGOR, iNews.id – Tajudin, warga Desa Cimekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat kini menjadi sorotan masyarakat.

Desertir TNI AL yang bekerja sebagai sopir dan pengawalan ini ditangkap Bareskrim Polri karena diduga merupakan salah satu eksekutor empat tokoh nasional saat kerusuhan di Bawaslu, Jakarta pada 22 Mei lalu.

Tajudin ditangkap di depan salah satu minimarket di kawasan Sentul, Bogor. Penangkapan Tajudin adalah rentetan dari penangkapan para tersangka sebelumnya.

Ketua RT Cimekar, Madsani mengatakan, warga tidak ada yang tahu dengan sepak terjang Tajudin. Selain orangnya dikenal pendiam, Tajudin juga jarang berinteraksi dengan warga dan tetangga kontrakan rumah.

“Dia (Tajudin) sudah 9 tahun tinggal di rumah kontrakan ini. Saya juga kaget dengan penangkapan itu,” katanya, Rabu (29/5/2019).

BACA JUGA:

Polisi Buru 1 Tersangka Berencana Bunuh Pejabat terkait Kerusuhan 22 Mei

Begini Peran 6 Tersangka Senjata Ilegal, Leader Eksekutor Dibayar Rp150 Juta

Dia mengaku jarang sekali bertemu dengan Tajudin. Pengakuan istrinya, kata dia, Tajudin bekerja sebagai sopir. “Bisa dikatakan tidak pernah bertemu, paling sama istrinya. Katanya sopir,” ucapnya.

Tajudin merupakan tersangka yang ahli dalam merakit senjata api laras pendek dengan kaliber 9 milimeter. Selain Tajudin, polisi juga menangkap HK alias Iwan, sang kreator atau pimpinan dari para eksekutor yang juga merupakan warga Cibinong dan bertempat tinggal di Perumahan Visar yang merupakan perumahan TNI. Hingga kini kedunya masih menjalani pemeriksaan di Bareskrim Mabes Polri.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Muhammad Iqbal dalam konferensi pers di Kemenkopolhukam, Senin (27/5/2019) mengungkapkan, keenam tersangka berinisial HK, AZ, IF, TJ, AD, dan AF.

Keenamnya memiliki peran berbeda. Ada yang mencari pejual senjata api, hingga mencari sosok demonstran 22 Mei untuk dijadikan martir.


Editor : Kastolani Marzuki