Korban Mutilasi Banyumas Dikenal sebagai Sosok Familiar

Mujib Prayitno ยท Minggu, 14 Juli 2019 - 15:45 WIB
Korban Mutilasi Banyumas Dikenal sebagai Sosok Familiar

Foto korban mutilasi Banyumas bersama keluarga. (Foto: iNews/Mujib Prayitno).

BANDUNG, iNews.id - Korban mutilasi Banyumas, Komastun Wachidah (51), dikenal sebagai orang baik di lingkungan warga. Meski jarang terlihat karena hari-hari bekerja di kantor, namun korban merupakan sosok yang familiar.

"Sama tetangga baik. Tapi untuk pergaulan sehari-hari memang kami tidak tahu, karena dia bekerja sebagai PNS di Kemenag Bandung," kata Ketua RW, Sumarna, kepada wartawan di kediaman korban, kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat (Jabar), Minggu (14/7/2019).

Komsatun tinggal di Cileunyi Bandung sejak tahun 2000, atau 19 tahun menetap di sana. Setiap kali ada acara di lingkungan warga, korban juga terkenal aktif ikut serta dan baik dalam bersosialisasi ke masyarakat sekitar.

BACA JUGA: Tubuh Korban Mutilasi Banyumas Dipotong Jadi 3 Bagian

Dia menceritakan, awal mula kasus ini terungkap saat suami korban mengadu ke pihak RT/RW kalau istrinya hilang. Warga kemudian mendampingi suami korban ke Mapolsek Cileunyi untuk melapor kasus orang hilang.

"Kami lapor ke polisi pada Rabu (10/7/2019). Kemudian pada Kamis (11/7/2019) datang penyidik dari Polres Banyumas, mengabarkan terjadi kasus mutilasi dengan korban warga Bandung atas nama Komsatun Wachidah," ujar dia.

Saat ini pihak keluarga sedang berada di Jakarta untuk melakukan tes DNA. Ini untuk memastikan bahwa korban merupakan anggota keluarga mereka, Komsatun.

BACA JUGA: Reka Ulang Mutilasi Banyumas: Korban Tewas Dipukul Palu saat Berhubungan Intim

Jika benar, keluarga sudah memutuskan untuk memakamkan jasad korban di Temanggung, Jawa Tengah (Jateng). Hal ini juga sudah menjadi pesan almarhumah sebelum kasus ini menimpa dirinya.

"Jadi korban juga sempat berpesan, kalau meninggal ingin dimakamkan di kampung halamannya, daerah Temenggung," kata Sumarna.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal