Korban Penipuan Properti Bodong di Bandung Bertambah Jadi 500 Orang

Yogi Pasha ยท Selasa, 18 September 2018 - 15:01 WIB
Korban Penipuan Properti Bodong di Bandung Bertambah Jadi 500 Orang

Sejumlah korban penipuan developer bodong mendatangi Polrestabes Bandung untuk melaporkan PT Syna Group, Selasa (18/9/2018). (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Korban penipuan pembelian rumah dari sejumlah developer di Bandung terus bertambah. Hingga, Selasa (18/9/2018), konsumen yang mengaku jadi korban penipuan telah mencapai 500 orang. 

Kuasa hukum korban penipuan properti bodong, Yun Ermanto mengatakan, berdasarkan laporan dari posko pengaduan, konsumen yang telah melapor mencapai 500 orang. Para korban ini telah melakukan pembelian rumah di kawasan Sindanglaya dan Cikadut, Kota Bandung. 

"Kerugian mencapai miliaran rupiah. Jumlahnya bertambah dari 135 menjadi 500 konsumen yang tertipu," kata Yun di Polrestabes Bandung, Selasa (18/9/2018).

Dia menyebutkan, kerugian konsumen akibat properti bodong mencapai Rp30 miliar lebih. Para korban ini berencana menanamkan investasinya untuk perumahan milik developer PT Syna Group.

BACA JUGA: 135 Konsumen di Bandung Tertipu Proyek Properti Bodong Rp11,4 Miliar

"Mereka ini merupakan kelompok usaha yang terdiri dari tiga perusahaan, yaitu PT. Anairis Putri Cahaya, PT. Jaka Tingkir Abadi, dan PT Bandung International Property. Ketiga perusahaan properti itu berlokasi di Kota Bandung. Kelompok usaha ini menjual unit perumahan di empat lokasi, yaitu Syna Sindanglaya, Syna Cikadut, Syna Cigendel, dan Syna Cikancung," ujar dia.

Namun, kata dia, proyek di empat perumahan yang mulai dipasarkan sejak 2016 itu tidak satupun yang terwujud dibangun menjadi rumah impian. Bahkan, kantor-kantor perusahaan tersebut kini sudah habis masa kontraknya. 

"Syna Sindanglaya sudah terjual sejak 2016. Sementara proyek lainnya baru dipasarkan tahun 2017. Tapi, tidak ada satu pun yang jadi," ujar dia. 


Editor : Himas Puspito Putra