Krisis Air Merata di Seluruh Wilayah Jabar akibat Kemarau Panjang

Yogi Pasha ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 19:30 WIB
Krisis Air Merata di Seluruh Wilayah Jabar akibat Kemarau Panjang

Warga Kuningan, Jabar antre untuk mendapatkan bantuan air bersih dari PDAM. (Foto: Dok.iNews.id)

BANDUNG, iNews.id – Kemarau panjang tahun ini mengakibatkan hampir seluruh lahan pertanian, sungai dan waduk di wilayah Jawa Barat mengalami kekeringan.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, kekeringan lahan terjadi merata di sejumlah daerah. Meski demikian, kata dia, berdasarkan laporan tidak ada kabupaten atau kota di Jabar yang mengalami kekeringan terparah musim ini.

"Hampir semua laporan yang masuk ke saya merata kekeringan. Saya coba lihat dari udara juga kemarin waduk kering, sungai kering, sawah kering," kata Emil di Gedung Sate, Jumat (12/10/2018).

Emil menyebutkan, berdasarkan prakiraan cuaca dari BMKG, hujan di wilayah Jabar baru akan terjadi pada November mendatang. Karena itu, untuk mengantisiapsi kekeringan semakin parah, Pemprov Jabar telah mengambil keputusan dengan membuat hujan buatan. "Itu pun kalau iya (hujan November) kalau prediksinya meleset, krisisnya keburu darurat, sebelum darurat saya ambil keputusan," ujar dia.

BACA JUGA:

Air di Waduk Jatiluhur Menyusut Drastis, Listrik Jawa-Bali Terancam

Kemarau Panjang, Pemprov Jabar Segera Bikin Hujan Buatan Minggu Depan

Dia mengungkapkan, modifikasi cuaca dengan membuat hujan buatan sudah sering dilajukan pemerintah. Rekayasa teknologi ini kerap dilakukan pemerintah untuk mengantisiapsi kekeringan di sejumlah wilayah. "Teknologi ini sudah sering dilakukan, cuma keputusan dari gubernur kapan timingnya. Nah, pagi ini sudah saya lakukan," ujar dia.

Seperti diketahui, Pemprov Jabar bersama BBPT akan melakukan program hujan buatan mulai minggu depan. Rencananya, sebanyak 20 kali atau lebih program modifikasi cuaca itu dilakukan agar terjadi hujan di kawasan bendungan.

Musim kemarau panjang yang terjadi pada 2018 membuat sejumlah wilayah di Jabar mengalami krisis air. Kondisi air di sejumlah waduk dan bendungan besar di provinsi ini menyusut. Mengantisiapsi kekeringan menjadi lebih parah rekayasa teknologi dengan membuat hujan buatan. 

 

 

 

 

 

 


Editor : Kastolani Marzuki