Kronologi Kasus Penusukan Santri di Cirebon, Korban Sempat Difitnah

Antara ยท Sabtu, 07 September 2019 - 16:30 WIB
Kronologi Kasus Penusukan Santri di Cirebon, Korban Sempat Difitnah

Ilustrasi garis polisi. (Foto: Dok iNews).

CIREBON, iNews.id - Kasus penusukan santri di Kota Cirebon, Jawa Barat (Jabar) oleh orang tak dikenal pada Jumat (6/9/2019) malam berawal saat korban menunggu orang tuanya di pinggir jalan. Saat itu akan ada pertemuan wali santri di pondok pesantren.

Kapolresta Cirebon, AKBP Roland Ronaldy mengatakan, kejadian berlangsung di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kota Cirebon, pada Jumat malam sekitar pukul 20.30 WIB.

"Korban bersama rekannya sedang menunggu orang tua korban. Tiba-tiba datang orang tidak dikenal dan langsung menuduh korban telah menganiaya temannya," kata Kapolres Roland di Kota Cirebon, Jabar, Sabtu (7/9/2019).

Korban, M Rozian (17) santri Pondok Pesantren Husnul Khotimah Kabupaten Kuningan, sempat membantah tuduhan tersebut. Namun pelaku sambil membawa senjata tajam, tetap menyebut korban telah melakukan aksi penganiayaan tersebut.

Sementara rekan korban berusaha mencari bantuan kepada warga sekitar. Karena senjata tajam tersebut berkali-kali diarahkan pelaku ke arah korban. Namun saat teman korban itu kembali ke lokasi semula, korban sudah tersungkur bersimbah darah.

BACA JUGA: Santri Ponpes Husnul Khotimah di Kuningan Tewas Ditusuk, Polisi Kejar Pelaku

Saat itulah, ibu kandung korban sampai di lokasi dan mendapati sudah berdarah, kemudian langsung melarikannya ke RSD Gunung Jati Kota Cirebon.

"Tapi setelah tiba di rumah sakit, nyawa korban tidak tertolong karena kehabisan darah," katanya.

Polisi masih mengejar pelaku penusukan yang diperkirakan satu orang. Hal itu sesuai dengan keterangan saksi yang merupakan rekan korban.

"Kemungkinan pelaku penusukan itu satu orang, ini sesuai apa yang dikatakan saksi," ujarnya.

Selain itu, Polresta Cirebon juga masih mengumpulkan informasi terkait kasus penusukan tersebut, baik dari saksi maupun rekaman CCTV yang berada di sekitar lokasi kejadian.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal