Kronologi Keracunan Massal Makanan Tahlilan yang Tewaskan 2 Warga di Sukabumi

Indra Firdaus ยท Kamis, 12 September 2019 - 18:37 WIB
Kronologi Keracunan Massal Makanan Tahlilan yang Tewaskan 2 Warga di Sukabumi

Sejumlah balita ikut menjadi korban keracunan massal di Pangkalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (Foto: iNews.id/Indra Firdaus)

SUKABUMI, iNews.id - Ratusan korban keracunan massal di Kampung Pangkalan, Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat hingga kini masih dirawat intensif di sejumlah rumah sakit.

Sedangkan sebagian korban lainnya sudah diperbolehkan pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Keracunan makanan nasi uduk massal acara tahlilan itu menewaskan dua orang. Kedua korban yakni, Rendy (9) meninggal saat dirawat di RSUD Pelabuhanratu dan Dewi (37) di RSUD Sekarwangi.

Jenazah kedua korban sudah dimakamkan pihak keluarga di tempat pemakaman umum Desa Bojonggaling, Kamis (12/9/2019).

Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi mengatakan, keracunan makanan massal nasi uduk itu berawal dari acara tahlilan 100 hari meninggalnya orang tua AF.

“Acara 100 hari meninggalnya oang tua bapak AF. Kemudian AF menggelar tahlilan dengan menyiapkan makanan. Mereka masak sendiri berupa nasi uduk dengan lauk telur dan kuah rendang,” kata Nasriadi di sela-sela menjenguk korban yang dirawat di RSUD Pelabuhanratu.

Dia menuturkan, sebagian warga menyantap makananan nasi uduk di rumah AF, sedangkan lainnya makanan nasi uduk tersebut diantarkan pemilik hajatan ke rumah-rumah warga yang tidak bisa hadir di acara tahlilan tersebut.

“Sekitar pukul 12 malam, banyak warga yang mengeluh sakit, mual, pusing. Warga langsung datang ke Puskesmas Bantargadung untuk berobat. Karena banyaknya warga yang mengalami tanda-tanda keracunan, Puskesmas Bantargadung langsung merujuk ke Rsud Pelabuhanratu dan RSUD Sekarwagi,” katanya.

BACA JUGA:

Ratusan Warga Sukabumi Keracunan Makanan, 2 Orang Tewas

Puluhan Warga 2 Desa di Sukabumi Keracunan Keong Sawah, 1 Orang Tewas

Nasriadi mengatakan, kasus keracunan itu masih diselidiki dengan meminta keterangan korban dan tuan rumah acara tahlilan.

“Ini masih kita dalami, apakah ada unsur kesengajaan atau ada unsur yang berbahaya di dalam makanan itu,” katanya.

Menurut Kapolres, sampel makanan berupa nasi uduk yang diduga memicu keracunan massal itu sudah dikirim ke Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung untuk diteliti. “Sudah. Sampel makanan sudah langsung dikirim ke BBPOM Bandung untuk d cek penyebabnya,” katanya.

BACA JUGA: Polisi Selidiki Keracunan Massal yang Tewaskan 2 Warga di Sukabumi

Kapolres mengimbau warga apabila masih mengalami pusing, mual-mual dan sakit perut segera berobat ke puskesmas terdekat karena tidak menutup kemungkinan ada warga yang di luar Bantargadung yang ikut keracunan.
 
Hingga Kamis (12/9/2019) sore, sebanyak 142 korban keracunan dirujuk ke beberapa rumah sakit. Rinciannya, 24 orang dirujuk ke RSUD Pelabuhanratu, 20 orang dirawat di RSUD Sekarwangi dan sisanya sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya membaik.


Editor : Kastolani Marzuki