Kunjungi Rumah Tuti, Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf: TKI Harus Dilindungi

Dony Aprian · Kamis, 01 November 2018 - 16:13 WIB
Kunjungi Rumah Tuti, Relawan TKN Jokowi-Ma'ruf: TKI Harus Dilindungi

Direktur Relawan TKN Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq berdoa bersama keluarga buruh migran Tuti Tursilawati di kediamannya. (Foto: Istimewa)

MAJALENGKA, iNews.id – Direktur Relawan TKN Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin, Maman Imanulhaq mengungkapkan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya Tuti Tursilawati, buruh migran asal Majalengka, Jawa Barat (Jabar). Almarhumah dieksekusi mati di Arab Saudi tanpa pemberitahuan ke Pemerintah RI, Senin (29/10/2018).

“Atas nama semua relawan Jokowi-Ma’ruf Amin, kami mendoakan agar almarhumah khusnul khatimah dan keluarga korban diberi ketabahan serta kesabaran,” ujar Maman yang juga calon legislatif (caleg) DPR RI dari PKB untuk Dapil Jabar IX meliputi Kabupaten Subang, Majalengka dan Sumedang, Kamis (1/11/2018).

Dia meminta keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka dalam hal perlindungan terhadap tenaga kerja Indonesia (TKI). Beberapa TKI asal Majalengka masih ada yang sedang menghadapi masalah hukum seperti TKI asal Cingambul Majalengka, Eti Ruhaeti.


BACA JUGA:

Kisah Pilu Tuti: Jadi Korban KDRT di Indonesia, Dihukum Mati di Saudi

Eksekusi Mati TKI Terulang, Nusron Wahid Diminta Mundur dari BNP2TKI


"Kami berharap ke depan kejadian serupa tidak terulang lagi," ujar tokoh muda NU tersebut.


Untuk kasus Tuti, Maman mengungkapkan kekecewaannya atas proses eksekusi yang dilakukan tanpa ada pemberitahuan kepada Keluarga dan Pemerintah Indonesia. Karena itu, dia mendukung penuh protes yang dilayangkan pemerintah atas kasus tersebut.

Selain itu, Maman mendorong agar pemerintah maksimal dalam melindungi para buruh migran, mengingat mereka merupakan pahlawan yang berkontribusi dalam hal devisa. Karena selama ini, buruh migran perempuan kerap mengalami perlakuan dan tindakan kekerasan, ancaman dan pelecehan seksual.

Diketahui, selama  bekerja di Arab Saudi, Almarhumah Tuti kerap mengalami ancaman dan penyiksaan dari majikan. Kematiannya kian menambah daftar panjang kasus penindasan dan ketidakadilan yang kerap dialami oleh para perempuan yang menjadi buruh migran di luar negeri.


Editor : Donald Karouw