Lantik Eka Supria Atmaja Jadi Bupati Bekasi, Ini Wejangan Gubernur Ridwan Kamil

Antara ยท Rabu, 12 Juni 2019 - 10:58 WIB
Lantik Eka Supria Atmaja Jadi Bupati Bekasi, Ini Wejangan Gubernur Ridwan Kamil

Gubernur Jabar Ridwan Kamil. (Foto: dok iNews.id)

BANDUNG, iNews.id – Eka Supria Atmaja resmi dilantik menjadi Bupati Bekasi untuk sisa masa jabatan tahun 2017-2022 di Aula Barat Gedung Sate Bandung, Rabu (12/6/2019). Wakil Bupati ini menggantikan Neneng Hasanah Yasin yang berhenti karena terjerat perkara hukum korupsi perizinan pembangunan proyek Meikarta.

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil yang melantik Bupati Eka menyampaikan selamat bekerja dan berterima kasih kepada seluruh jajaran Pemkab Bekasi. Dia mengajak warga Bekasi untuk menjaga persatuan dan kesatuan, serta prinsip penyelenggara Negara. Yaitu integritas, jiwa melayani sepenuh hati dan profesionalisme.

"Ini merupakan momentum yang ditunggu warga Kabupaten Bekasi. Setelah keputusan pengadilan selesai terhadap Bupati Bekasi terdahulu Bu Neneng. Maka secara peraturan perundangan-undangan, Pak Eka sebagai wakil atas surat Keputusan Mendagri resmi dilantik sebagai Bupati Bekasi hari ini," kata Emil-sapaan akrabnya, Rabu (12/6/2019).

BACA JUGA: Bupati Nonaktif Bekasi Divonis 6 Tahun Penjara, Hak Politiknya Dicabut 5 Tahun

Dia memberikan nasihat akan tiga hal kepada Eka Supria Atmaja dalam mengemban tugas dan tanggung jawab barunya. Pertama dengan menjaga integritas dan jangan sampai kasus korupsi di Kabupaten Bekasi kembali terjadi.

"Nasihat saya, kekuasaan merupakan ujian bukan rejeki. Kenapa disebut ujian karena harus dilalui dengan kehati-hatian dan tidak semuanya lulus dalam ujian. Saya mendoakan jangan sampai jatuh dua kali," kata Emil.

Syarat kedua untuk ‘lulus ujian’ yakni  melayani rakyat bukan mau dilayani. Sejumlah permasalahan di masyarakat seperti angka pengangguran masih tinggi.

"Itu harus jadi perhatian dengan semangat melayani dari Pak Bupati yang baru," ucapnya.

Syarat yang ketiga, yaitu profesionalisme. Terlebih dengan adanya perkembangan industri 4.0 di Kabupaten Bekasi. Selain itu, Gubernur Emil juga mengamanatkan pemilihan Wakil Bupati Bekasi agar dimusyawarahkan pihak-pihak terkait di lingkungan Pemkab.

"Mari kita tunjukkan sila keempat Pancasila jadi pegangan dalam menentukan keputusan, termasuk masalah politik dan kekuasaan," tuturnya.

Adapun, pelantikan ini dilaksanakan sesuai amanat surat Mendagri Nomor 131.32/2966/otda tanggal 24 Mei 2019, seiring dengan telah terbitnya Keputusan Mendagri Nomor 131.32-1192 tahun 2019 tanggal 24 Mei 2019 tentang Pengesahan Pengangkatan Bupati dan Pemberhentian Wakil Bupati Bekasi Provinsi Jabar.

Sesuai ketentuan Pasal 173 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016, dalam hal bupati berhenti, maka wakil bupati akan menggantikannya mengingat sisa masa jabatan lebih dari 18 bulan.


Editor : Donald Karouw