Mantan Kadis PUPR Jabar Diperiksa Terkait Suap Meikarta, Ini Kata Emil

Agung Bakti Sarasa, Ilma De Sabrini ยท Rabu, 24 Oktober 2018 - 17:09 WIB
Mantan Kadis PUPR Jabar Diperiksa Terkait Suap Meikarta, Ini Kata Emil

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: Sindonews)

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus dugaan gratifikasi (suap) dalam proyek Meikarta kepada Komisi Pemeriksaan Korupsi (KPK). Penegasan tersebut disampaikan Ridwan Kamil menyusul pemeriksaan terhadap mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Jabar M Guntoro sebagai saksi oleh KPK.

"Saya kira saya menyerahkan semuanya kepada KPK," katanya di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Rabu (24/10/2018).

Emil, sapaan akrabnya, berharap KPK melakukan pemeriksaan dengan seadil-adilnya. "Memeriksa, meneliti dengan seadil-adilnya. Apa pun yang terkait dugaan-dugaan pelanggaran hukum, kira-kira begitu," tutur Emil.

Dalam kesempatan itu, Emil juga menegaskan, dirinya akan mengedepankan aturan dalam menyikapi setiap persoalan.  "Seorang pemimpin seperti saya taat pada aturan, taat pada hukum," katanya.

BACA JUGA:

Kasus Meikarta, KPK Periksa 9 Saksi untuk Tersangka Billy Sindoro

Kasus Suap Meikarta, KPK Segera Periksa Bos Lippo Group James Riady

Dalami Suap Meikarta, KPK Geledah Rumah CEO Lippo Group James Riady


Emil juga mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menyikapi persoalan ini secara positif. "Setiap ada shock therapy seperti ini harusnya menjadi hikmah kepada ASN-ASN untuk berintegritas. Nomor satu integritas, dua melayani, tiga profesional," ucapnya.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kadis PUPR Provinsi Jawa Barat H.M Guntoro dan Kepala Departemen Land Acquisition Perizinan Edi Dwi Soesianto. Keduanya akan diperiksa terkait kasus dugaan suap perizinan proyek Meikarta.

Masih dalam kasus yang sama, KPK juga memeriksa saksi lainnya. Mereka, yaitu Satriadi (swasta) dan Gilang Yudha (PNS Damkar). Kemudian Entin, Kasimin, dan Sukmawatty (PNS DPMPTSP).

Selanjutnya, Andi (Kabid Dinas Perumahan Pemukiman dan Pertanahan), Suhup (Kadis Perhubungan), Asep Buchori (Kabid penyuluhan dan Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran) serta Dini Bashirotun (honorer Dinas Pemadam Kebakaran). Mereka diperiksa untuk tersangka Billy Sindoro.

Dalam kasus tersebut, KPK sudah menahan dan menetapkan tersangka Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin. Neneng diduga menerima fee dari pengusaha terkait pengurusan perizinan proyek Meikarta di Kabupaten Bekasi.


Editor : Himas Puspito Putra