Massa Pendukung 2 Calon Kades di Cirebon Nyaris Bentrok akibat Berita Hoax

Toiskandar ยท Selasa, 29 Oktober 2019 - 11:41 WIB
Massa Pendukung 2 Calon Kades di Cirebon Nyaris Bentrok akibat Berita Hoax

Polisi membongkar pemblokiran jalan yang dilakukan massa salah satu pendukung kades, Senin (28/10/2019) malam. (Foto: iNews.id/Toiskandar).

CIREBON, iNews.id – Dua kubu pendukung calon kepala desa (kades) di Desa Jeramas, Kecamatan Klanengan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat nyaris bentrok. Penyebab ketegangan ditengarai adanya informasi pembakaran posko salah satu calon kades yang dilakukan kubu lawan.

Massa masing-masing kubu siaga dan nyaris saling serang, Senin (28/10/2019) malam. Untungnya, polisi dari Polres Cirebon dan Brimob Batalion C Polda Jawab Barat bersenjata lengkap langsung menyisir dan membubarkan massa yang berkumpul.

Hingga Selasa (29/10/2019) pagi, petugas menyingkirkan puing kayu, bambu dan batu yang menghalangi jalan desa. Puing tersebut dimasukkan dalam mobil bak milik polisi.

Sebelumnya, massa pendukung salah satu calon, menutup akses jalan dengan batu dan kayu. Tujuannya agar massa pendukung dari kubu lawan tidak dapat lewat.

BACA JUGA: Janda dan 5 Anaknya Diusir dari Rumah karena Beda Pilihan di Pilkades Tabbaja

Petugas juga menyisir sejumlah blok di desa tersebut untuk memastikan tidak ada massa yang berada di luar rumah. Mereka meminta warga untuk tidak berkeliaran untuk menghindari hal yang tidak diinginkan.

Kapolres Cirebon, AKBP Suhermanto mengatakan ketegangan dua kelompok massa ini akibat adanya info hoax yang beredar di grup. Info tersebut mengatakan rumah salah satu pendukung Kades nomor dua dirusak.

“Padahal fakta di lapangan tidak demikian. Akibatnya massa pendukung masing-masing calon bersiaga dan keluar rumah untuk berjaga-jaga,” katanya, Senin (28/10/2019) malam.

BACA JUGA: Makam Warga di Ogan Komering Ilir Dibongkar Gara-gara Beda Pilihan Calon Kades

Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Jeramas, Kecamatan Klanengan, Kabupaten Cirebon menampilkan dua calon yakni Sarmadi dan Kemas. Suara terbanyak diperoleh Kemas dengan selisih 700 suara dalam pilkades serentak pekan lalu.

Kekalahan yang diterima Sarmandi kabarnya mengecewakan pendukungnya. Selain itu beredar informasi hoax yang mengatakan adanya pembakaran posko salah satu calon pendukung kepala desa yang dilakukan oleh kubu lawan.

Massa termakan isu dan terjadi kesalahpahaman. Mereka sempat keluar rumah dan berusaha saling serang di sejumlah titik. Beruntung, petugas patroli pilkades tiba di lokasi dengan cepat hingga bentrokan dua kelompok ini pun bisa dicegah.

Hingga saat ini, petugas bersenjata lengkap masih disiagakan di lokasi guna mengatisipasi terjadinya bentrokan.


Editor : Umaya Khusniah