Masyarakat Cianjur Diimbau Tak Gelar Takbiran Keliling ke Jalan

Antara ยท Selasa, 04 Juni 2019 - 17:15 WIB
Masyarakat Cianjur Diimbau Tak Gelar Takbiran Keliling ke Jalan

Masjid Al Mashun di Medan ramai didatangi masyarakat untuk salat tarawih atau berwisata. (Foto: Dok iNews).

CIANJUR, iNews.id - Pelaksana tugas (Plt) Bupati Cianjur, Herman Suherman, mengimbau warganya tidak menggelar arak-arakan bedug ke jalan pada perayaan malam takbiran, Selasa (4/6/2019) malam. Hal tersebut dikhawatirkan dapat mengganggu arus lalu lintas dan berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Kegiatan yang berkaitan dengan malam Idul Fitri diarahkan untuk dilaksanakan di lingkungan sekitar pemukiman warga dan di Masjid serta rumah ibadah setempat.

"Karena memang lebih baik kegiatannya itu di masjid bertakbir ataupun kegiatan positif lainnya," kata Herman kepada wartawan di Kabupaten Cianjur, Jabar.

BACA JUGA: Kapolda Malut Imbau Warga Tak Gelar Takbiran Keliling

Dia menilai, kegiatan tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan kecelakaan karena peserta pawai bedug kerap kali menggunakan mobil pick-up yang minim perlengkapan keamanannya. Kondisi ini dinilai rawan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Selain itu, Pemkab sudah berkoordinasi dengan instansi terkait mulai dari kepolisian, TNI, dan lain hingga tingkat bawah. Tujuannya untuk mengarahkan warga tidak menggelar arak-arakan bedug ke jalan raya atau jalur arus mudik.

"Kalau tetap membandel pasti akan ditindak. Petugas kepolisian yang berwenang untuk mengarahkan arak-arakan kembali ke kampungnya masing-masing," ujarnya.

BACA JUGA: H-1 Lebaran, Gerbang Tol Cikarang Utama Ramai Lancar

Sementara Sekretaris MUI Cianjur, Ahmad Yani, mengatakan gema perayaan Idul Fitri harus digaungkan di setiap tempat. Namun bukan berarti menjadi ajang untuk euforia, bahkan cenderung berpotensi pada kecelakaan.

Menurut dia, pawai bedug ke ruas jalan utama akan mengganggu ketertiban umum dan bisa menimbulkan kecelakaan, sehingga harus dihindari. Dia menyarankan, masyarakat lebih baik beraktivitas di masjid dan lingkungan rumah.

"Lebih baik bertakbir di masjid, sebab pawai bedug cenderung ke euforia berlebihan bukan menggemakan lebaran. Jadi kami imbau untuk melakukan kegiatan positif," katanya.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal