Mensos Serukan Gerakan Stop Anak-anak Indonesia Beraktivitas di Jalan

Yogi Pasha ยท Rabu, 28 November 2018 - 13:22 WIB
Mensos Serukan Gerakan Stop Anak-anak Indonesia Beraktivitas di Jalan

Mensos Agus Gumiwang didampingi Sekda Jabar Iwa Karniwa menari bersama anak-anak dalam kegiatan Jambore Ceria Anak Indonesia di Gedung Sate Bandung, Rabu (28/11/2018). (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id – Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita bersama 1.000 anak-anak dan 10 pimpinan daerah menyerukan gerakan stop anak di jalan, di Gedung Sate, Bandung, Rabu (28/11/2018). Anak-anak tidak semestinya beraktivitas di jalan yang rentan dengan banyak risiko sosial.

Menurut Mensos, dunia anak-anak penuh dengan keceriaan. Mereka menyerap banyak hal baru, belajar di sekolah dan lingkungan sekitar, bermain bersama teman-teman sebaya, dan memiliki keluarga yang mengasihi dan melindungi.

“Saya ingin mengingatkan kepada semua pihak kini saatnya anak-anak tidak beraktivitas di jalan seperti aktivitas ekonomi atau hidup di jalan,” kata Agus Gumiwang usai menghadiri acara Jambore Ceria Anak Indonesia bersama Sekda Jawa Barat (Jabar) Iwa Karniwa di Gedung Sate, Kota Bandung.


BACA JUGA: Menpora Motivasi Wakil Indonesia pada Piala Dunia Anak Jalanan 2018


Agus mengatakan, setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kasih sayang dari keluarga, hak mendapat perlindungan dari segala bentuk kekerasan dan eksploitasi, hak mendapat pendidikan, layanan kesehatan, identitas diri dan hak partisipasi. Hal ini sangat penting diperoleh dari keluarganya sebagai fondasi bagi tumbuh kembang anak.

Mensos mengungkapkan, anak yang hidup di jalan rentan berhadapan dengan banyak risiko sosial yang mengancam jiwa, tumbuh kembang, tanpa perlindungan dan tak terpenuhinya kebutuhan dasar mereka. Untuk itu, mereka harus kembali ke masyarakat, orangtua, keluarga, sekolah.

Keluarganya juga harus mendapatkan dukungan sosial dan ekonomi agar berdaya sehingga anak-anak tidak terpaksa turun ke jalan untuk membantu mencari nafkah keluarga. Untuk itu, pada Januari 2016 Kementerian Sosial (Kemensos) telah mencanangkan program Indonesia Bebas Anak Jalanan. “Dalam implementasinya Kemensos bekerja bersama kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah dan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, penanganan masalah sosial anak jalanan telah diupayakan dengan baik oleh pemerintah maupun masyarakat antara lain melalui Rumah Singgah, Panti Asuhan, Yayasan Perlindungan Sosial Anak, lahirnya Perda Perlindungan Anak, serta MoU Provinsi dan Kabupaten/Kota tentang komitmen bersama dalam perlindungan anak. Kementerian Sosial juga memberikan Bantuan Sosial Anak melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).

“Dengan adanya kebijakan-kebijakan pemda tentang perlindungan terhadap anak jalanan, maka tercermin pula dalam keberpihakan anggaran yang memadai untuk penanganan anak jalanan sehingga jumlahnya terus berkurang,” kata Agus.

Jambore Ceria Anak Indonesia dihadiri sebanyak kurang lebih 1.000 anak jalanan yang berasal dari LKSA anak jalanan yang ada di wilayah Bandung Raya. Jambore ini bertujuan memberikan kesempatan kepada anak-anak menikmati situasi bermain di tengah masalah yang mereka hadapi.

“Semoga Jambore Ceria Anak Indonesia pada hari ini menghasilkan keterpaduan program antara pusat dan daerah, memberi nilai tambah dan meningkatkan upaya menyejahterakan masyara-kat kita, terutama anak-anak kita tercinta,” paparnyaa.


Editor : Maria Christina