Modus Pacaran, Bapak 5 Anak di Tasikmalaya Setubuhi Gadis 14 Tahun

Asep Juhariyono ยท Kamis, 17 Oktober 2019 - 13:52 WIB
Modus Pacaran, Bapak 5 Anak di Tasikmalaya Setubuhi Gadis 14 Tahun

Pelaku pencabulan Dadan Suherlan (51) saat diperiksa penyidik Polres Tasikmalaya Kota. (Foto: iNews/Dadan Suherlan)

TASIKMALAYA, iNews.idPolres Tasikmalaya Kota menangkap Dadan Suherlan (51), seorang bapak lima anak atas kasus persetubuhan dan pencabulan anak di bawah umur. Warga Kampung Gunung Cariu, Kelurahan Cibunigeulis, Kecamatan Bungursari, hanya pasrah saat dibawa polisi dan dimasukan ke sel tahanan.

Informasi yang dirangkum iNews, kasus ini berawal dari laporan orangtua korban. Selama ini korban berinisial EM, gadis berusia 14 tahun telah dicabuli terduga pelaku yang merupakan tetangganya.

Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak menangkap pelaku. Hasil pemeriksaan, pelaku pun mengakui semua perbuatannya.

BACA JUGA: 2 Remaja di Bekasi Gangguan Jiwa Gara-Gara Kecanduan Main HP

Kendati demikian, dia beralasan jika semua dilakukan atas dasar suka sama suka. Tidak ada paksaan apalagi iming-iming. Semua berawal saat pelaku kerap melihat korban ketika mengambil kayu bakar di dekat rumahnya. Keduanya menjadi dekat hingga menjalin cinta dan berhubungan badan.

“Sudah setahun kami berpacaran dan berbuat seperti itu. Saya sudah punya istri dan lima anak,” ujar pelaku Dadan, Kamis (17/10/2019).

Kasatreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro mengatakan, pelaku menggunakan modus pacaran untuk mencabuli korban. kasus ini sudah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Di mana berdasarkan pengakuan pelaku maupun korban, keduanya menjalin hubungan.

“Karena pelaku ini punya pengalaman, dia pun mencabuli korban yang masih di bawah umur. Beberapa kali pelaku juga memberikan uang ke korban sebesar Rp20.000 dan Rp50.000,” ujarnya, Kamis (17/10/2019).

Atas perbuatannya, pelaku kini ditahan di Mapolres Tasikmalaya Kota. Dia dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman kurungan 5-15 tahun penjara.


Editor : Donald Karouw