Mulai Senin Depan, Parkir Sembarangan di Bandung Pentil Ban Dicabut

Yogi Pasha ยท Kamis, 08 November 2018 - 14:44 WIB
Mulai Senin Depan, Parkir Sembarangan di Bandung Pentil Ban Dicabut

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Anton Sunarwibowo. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota Bandung segera memberlakukan operasi cabut pentil ban bagi pengendara yang parkir sembarangan. Rencananya, Operasi Cabut Pentil ini akan diberlakukan mulai Senin (12/11/2018), mendatang. 

Kebijakan Operasi Cabut Pentil ban kendaraan sesuai dengan Surat Edaran (SE) Peraturan Wali Kota Bandung tentang Penindakan Terhadap Pelanggaran Parkir di Kota Bandung. 

Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung Anton Sunarwibowo mengatakan, kebijakan operasi cabut pentil akan dimulai setelah Apel Gelar Pasukan Gabungan pada Senin (12/11/2018), nanti. 

"Rencananya apel gubangan ini akan diikuti Pak Wali Kota Bandung Oded. Beliau juga akan ikut saat operasi cabut pentil," kata Anton seusai kegiatan Bandung Menjawab di Taman Sejarah, Kamis (8/11/2018).

Anton menyebutkan, sebelum memberlakukan kebijakan Operasi Cabut Pentil kendaraan masih dalam tahap sosialisasi. Termasuk terus berkoordinasi bersama Satlantas Polrestabes Bandung, Kodim, kejaksaan, dan Denpom. 

“Kami terus lakukan sosialisasi. Kami juga berkoordinasi bersama Polrestabes dan Denpom. Dalam waktu dekat akan segera diterapkan,” kata dia. 

Asep menjelaskan, kebijakan operasi cabut pentil ini sesuai Surat edaran berdasarkan Keputusan Wali Kota Bandung Nomor: 551/Kep.1281- Dishub/2018 tanggal 9 Oktober 2018 tentang Pembentukan Tim Penegakan Hukum di Bidang Pengendalian dan Ketertiban Transportasi. 

Sementara itu, Kabid Pengendalian dan Ketertiban Transportasi (PDKT) Dishub Kota Bandung, Asep Kuswara mengatakan, penerapan kebijakan terhadap pelanggaran ini akan diberlakukan bagi pengendara yang melanggar parkir berupa penggembosan ban (cabut pentil), penguncian roda (gembok ban), penempelan stiker, hingga pemindahan kendaraan (penderekan dan pengangkutan sepeda motor).

"Nanti jenis pelanggarannya adalah pengendara yang parkir di trotoar, kendaraan yang parkir pada ruas jalan yang terdapat rambu larangan parkir, serta kendaraan yang parkir tidak sesuai dengan marka parkir," ujar dia. 

Selain itu, kata Asep, penindakan juga akan diberlakukan bagi kendaraan yang parkir pada ruas jalan yang tidak ada marka parkir atau rambu larangan parkir, namun mengganggu kelancaran arus lalu lintas dan menyebabkan kemacetan. 

Kasubnit 2 Dityasa Satlantas Polrestabes Bandung Jaja Tursija mengatakan, dengan adanya keputusan Wali Kota Bandung ini diharapkan terjadi peningkatan kesadaran pengendara untuk bisa mematuhi lalu lintas. 

Sebab, kata dia, tingkat pelanggaran lalu lintas akibat parkir sembarangan yang terjadi di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung angkanya cukup besar. Berdasarkan data Dishub Bandung selama enam bulan terakhir, terdapat 2.646 pelanggar parkir yang telah ditindak. 

"Angka jumlah pelanggar terus meningkat dari 233 pelanggar pada September menjadi 401 pelanggar pada Oktober. Pada Oktober, pengguna kendaraan roda empat menjadi terbanyak melanggar dengan 227 kendaraan yang ditindak. Sementara pelanggar dengan sepeda motor berjumlah 174," katanya.


Editor : Himas Puspito Putra