Pascainsiden Hujan Batu di Purwakarta, Operasional PT MSS Dihentikan Sementara

Irwan, Antara ยท Sabtu, 12 Oktober 2019 - 22:01 WIB
Pascainsiden Hujan Batu di Purwakarta, Operasional PT MSS Dihentikan Sementara

Polres Purwakarta memasang garis polisi di sekitar rumah warga yang hancur karena insiden hujan batu besar di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamluya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jabar, Sabtu (12/10/2019). (Foto: iNews/Irwan)

BANDUNG, iNews.id – Pascaperistiwa hujan batu di Kampung Cihandeuleum, Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), Selasa (8/10/2019), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) merekomendasikan penghentian operasional PT Mandiri Sejahtera Sentra (MSS). Keputusan ini diambil sesuai hasil investigasi.

Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirtoyuliono mengatakan, berdasarkan hasil investigasi, PT MSS selaku pemegang Izin Usaha Pertambangan (IUP) di lokasi tersebu, membuat kesalahan perencanaan. Desain peledakan yang dipakai tidak sesuai dengan dokumen studi kelayakan sehingga tambang longsor dan merusak tujuh rumah warga dan satu madrasah.

Setelah mengantongi penyebab longsor batu, Dinas ESDM Jabar menggelar pertemuan dengan sejumlah pihak, yakni Inspektorat Tambang, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jabar dan Kabupaten Purwakarta, perwakilan PT MSS, serta Biro Hukum dan HAM Setda Provinsi Jabar.

“Inspektur tambang tidak hanya menyampaikan hal-hal teknis, tetapi juga menyampaikan pandangan yang sifatnya administratif,” kata Kepala Dinas ESDM Jabar Bambang Tirtoyuliono, Sabtu (12/10/2019).

 

BACA JUGA:

Warga Berharap PT MSS Tutup Aktivitas Tambang di Sukamulya Purwakarta

Kepanikan Warga Sukamulya Purwakarta saat Batu Besar Menghujani Rumah Mereka

 

Selanjutnya, DLH Provinsi dan Kabupaten Purwakarta menyampaikan pendapat dari perspektif lingkungan. Begitu juga PT MMS menyampaikan pandangannya.

Bambang mengatakan, ada dua kesimpulan dari pertemuan tersebut. Pertama, memerintahkan PT MSS untuk segera mengevakuasi masyarakat yang terdampak. Kedua, soal penghentian sementara izin PT MMS.

“Kami merekomendasikan kepada DPMPTSP (Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu) Jabar untuk menghentikan sementara operasional pertambangan,” kata Bambang.

Nantinya, kata Bambang, Dinas ESDM membuat kriteria catatan teknis yang mesti dipenuhi dalam waktu yang sudah ditentukan apabila PT MSS ingin kembali beroperasi. Rekomendasi dan kriteria tersebut akan diberikan ke DPMPTSP Jabar pada Senin (14/10/2019).

“Berdasarkan regulasi, alur penindakan itu. Pertama, teguran tertulis satu, teguran tertulis dua. Kemudian, penghentian sementara. Baru pencabutan permanen. Jadi, kalau tidak memenuhi kriteria dalam kurun waktu yang telah ditentukan, pasti diusulkan dicabut izinnya,” katanya.

Sementara langkah preventif yang dilakukan Dinas ESDM Jabar dengan mengevaluasi pertambangan di Tanah Pasundan. Tujuannya agar insiden serupa tidak terjadi.

“Paling tidak satu tahun satu kali kami melakukan fungsi dan pengendalian terhadap pertambangan yang berizin kita lakukan secara periodik evaluasi,” kata Bambang.

Bupati Purwakarta Anne Ratna Mustika sebelumnya juga sudah mengatakan, akan meminta dinas terkait bersama aparat desa dan kecamatan untuk mengkaji kembali perizinan PT MSS.

“Kalau sudah tidak layak, saya harap Pemprov Jabar menutup aktivitas pertambangan tersebut,” ujar Anne saat meninjau lokasi rumah warga yang menjadi korban di Kampung Cihandeuleum.


Editor : Maria Christina