Pascapenembakan Kontraktor oleh Oknum Pejabat Pemkab Majalengka, Polisi Periksa 6 Saksi

Mohamad Zeni Johadi ยท Selasa, 12 November 2019 - 14:26 WIB
Pascapenembakan Kontraktor oleh Oknum Pejabat Pemkab Majalengka, Polisi Periksa 6 Saksi

Petugas Polres Majalengka mengamankan TKP penembakan di Ruko Taman Hana Sakura, Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong, Kabupaten Majalengka, Jabar, Selasa (12/11/2019). (Foto: iNews/Mohamad Zeni Johadi)

MAJALENGKA, iNews.id – Pascapenembakan yang dilakukan oknum pejabat di Majalengka, Jawa Barat (Jabar), berinisial IN, terhadap pengusaha konstruksi bernama Panji Pamungkasandi, polisi telah memeriksa enam saksi. Polisi juga memeriksa CCTV di tempa kejadian perkara (TKP) area ruko di Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong.

Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Majalengka Kompol Hidayatullah mengatakan, polisi masih menyelidiki kasus tersebut. Namun, sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.

“Kami masih dalam proses penyelidikan. Saat ini kami baru memeriksa saksi-saksi dan sudah ada enam saksi yang kami periksa,” kata Hidayatullah di Majalengka, Selasa (12/11/2019).

 

BACA JUGA: Oknum Pejabat Pemkab Majalengka Tembak Pengusaha Konstruksi saat Tagih Pembayaran Proyek

 

Hidayatullah mengatakan, polisi juga telah melakukan olah TKP. Setelah olah TKP, polisi masih mendalami kasus itu untuk memastikan motif penyebab penembakan yang dilakukan pelaku berinisial IN terhadap korban bernama Panji Pamungkasandi.

“Kami masih menunggu bukti-bukti. Nanti perkembangan kasus ini, hasil gelar perkara, akan kami sampaikan kepada rekan-rekan,” ujarnya.

Hidayatullah menjelaskan, dugaan hasil penyelidikan menunjukkan, kejadian pada Minggu malam tersebut berawal saat terjadi rebutan senpi milik pelaku IN yang juga merupakan anak kedua Bupati Majalengka Karna Sobahi, dan korban bernama Panji Pamungkasandi. Akibatnya, senpi meletus dan melukai tangan kiri korban.

“Senpi yang digunakan peluru karet kaliber 9 milimeter. Masa izin senpi yang digunakan pelaku sampai 10 Januari 2020,” kata Hidayatullah.

 

BACA JUGA: Kasus Penembakan 2 Polisi di Donggala, Pelaku Gunakan Senapan Laras Panjang SS1 V2

 

Sementara itu, hasil olah TKP di Ruko Taman Hana Sakura tidak memberikan banyak petunjuk, Selasa siang. Pasalnya, CCTV yang berada tidak jauh dari ruko di di Kelurahan Cicenang, Kecamatan Cigasong itu, sudah tidak berfungsi selama dua bulan.

Hal ini membuat polisi kesulitan membuktikan kronologi kejadian penembakan tersebut. Dari pengamatan iNews, polisi berpakaian preman masih berjaga-jaga di TKP penembakan yang terjadi pada Minggu malam itu.

Salah satu karyawan pemasaran Ruko Hana Sakura, Soni mengatakan, kamera CCTV sudah mati selama dua bulan. Sementara dirinya tidak mengetahui saat terjadi penembakan di area ruko tersebut karena sedang libur.

“Saat kejadian saya sedang libur. Tapi, setelah kejadian, kami langsung melaporkan ke marketing rukonya,” kata Soni.


Editor : Maria Christina