PBNU Desak DPR Segera Sahkan RUU Pesantren

Kastolani, Sindonews · Sabtu, 21 September 2019 - 01:41 WIB
PBNU Desak DPR Segera Sahkan RUU Pesantren

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. (Foto: Dok.iNews.id)

PURWAKARTA, iNews.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendesak DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pesantren.

Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj mengatakan, terdapat lima unsur pokok untuk dapat dikategorikan sebagai pesantren. Yaitu kiai, santri, masjid/musala, pondokan/asrama dan kitab kuning.

"Kurang satu unsur saja, makna pesantren akan teredusir. Tanpa kitab kuning, pesantren tidak dapat mengemban risalah kenabian," kata Said Aqil dalam sambutannya saat membuka Rapat Pleno PBNU 2019 di Pondok Pesantren Al Muhajirin, Purwakarta, Jumat (20/9/2019).

Selain kitab kuning, kata Kiai Said, dalam pandangan NU, RUU Pesantren yang ada saat ini telah mengakomodasi keragaman pesantren yang ada di Indonesia, namun tetap mencerminkan kepribadin dan jati diri pesantren.

"Untuk itu, NU mendesak DPR agar mengesahkannya dalam Rapat Paripurna akhir September tahun ini," ujarnya.

Diketahui, Rancangan Undang-Undang tentang Pesantren dan Pendidikan Tentang Keagamaan (RUU Pesantren) telah dibahas dalam Rapat Panitia Kerja (Panja) DPR dan pemerintah.

Namun, untuk pengesahan tingkat I dan tingkat II masih terganjal ketentuan dana abadi pesantren.

“Jadi bukan penolakan, tetapi perlu penundaan. Sementara kita sudah dalam posisi tingkat pertama (panja). Pengambilan keputusan. Namun demikian, dalam prosesnya kita sudah mengundang berbagai ormas. Dan itu sudah termasuk NU, Muhammadiyah, Persis sudah kita undang dan mereka menyampaikan pandangan tertulis,” kata Ketua Komisi VIII DPR Ali Taher Parasong seusai rapat panja tertutup di Ruang Rapat Komisi VIII DPR, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (19/9/2019).


Editor : Kastolani Marzuki