Peduli Stunting, Caleg Perindo Gelar Penyuluhan Gizi dan Bagi Vitamin

Sindonews ยท Senin, 11 Februari 2019 - 21:23 WIB
Peduli Stunting, Caleg Perindo Gelar Penyuluhan Gizi dan Bagi Vitamin

Caleg DPR RI dari Partai Perindo, Resita Kaniya melaksanakan sosialisasi pemberian vitamin A sekaligus penyuluhan gizi bagi 100 ibu hamil dan balita di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (11/2/2019). (Foto: Sindonews)

BANDUNG BARAT, iNews.id – Anak dan balita yang sedang dalam masa pertumbuhan membutuhkan asupan gizi dan vitamin yang baik. Dengan begitu, anak akan menjadi lebih sehat dan terhindar dari berbagai gangguan tumbuh kembang atau yang dikenal dengan istilah stunting.

Maraknya kasus stunting belakangan ini menjadi perhatian serius Caleg DPR RI dari Partai Perindo, Resita Kaniya. Untuk itu, bertempat di Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Resita melaksanakan sosialisasi pemberian vitamin A sekaligus penyuluhan gizi bagi 100 ibu hamil dan balita, Senin (11/2/2019).

Caleg DPR nomor urut 2 Daerah Pemilihan (Dapil) Jabar 2 yang mencakup KBB dan Kabupaten Bandung ini mengatakan, berdasarkan data 2017, jumlah bayi atau anak stunting di KBB masih cukup tinggi. Jumlahnya bahkan mencapai 7,67 persen dari total jumlah balita di kabupaten tersebut.

Untuk itu, pemberian vitamin dan penyuluhan pola hidup sehat menjadi salah satu program sosialisasi saat turun ke masyarakat untuk menciptakan generasi mendatang yang lebih sehat.

"Partai Perindo memiliki komitmen kuat dalam meningkatkan taraf kesehatan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini saya berharap kasus stunting di KBB bisa ditekan. Apalagi terdapat 10 desa di KBB yang menjadi prioritas penanganan program ini," kata Resita, Senin (11/2/2019).

Dalam kesempatan tersebut, hadir pula caleg Perindo untuk DPRD Provinsi Dapil Jabar 3, Euis Atikah dan caleg DPRD KBB nomor urut 7, Dian Rohmana Putra. Menurut Resita, generasi penerus bangsa harus dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Komitmen partai Perindo di bawah kepemimpinan Hary Tanoesoedibjo sangat tinggi terhadap hal ini.

Perhatian pihak-pihak terkait dan juga kesadaran dari kaum perempuan/ibu dalam merawat anak-anaknya harus ditanamkan sejak dini. Dengan memberikan bayi mereka makanan bergizi, ASI eksklusif, perawatan saat hamil, dan menjaga hidup sehat, diyakini bisa meminimalisasi terjadinya stunting.

“Stunting bisa dilihat dari penampilan fisik, seperti saat anak berusia 10 tahun tapi tingginya tidak sama dengan anak seusianya. Kondisi itu bisa terjadi karena faktor lingkungan dan perilaku keluarga serta masyarakat,” katanya.

Misalnya asupan gizi kurang, pola hidup tidak sehat, akses air bersih kurang, dan lain-lain. Sementara faktor genetika atau keturunan hanya berkontribusi sebesar lima persen terhadap penyebab Stunting.

"Pemeriksaan secara berkala ke posyandu dari mulai berat, tinggi badan, dan asupan vitamin adalah penting dalam menjaga tumbuh kembang anak. Kalau banyak generasi stunting dikhawatirkan mereka sulit bersaing, karena banyak pekerjaan yang membutuhkan fisik prima dan tinggi di atas rata-rata," ujar dia.

Salah seorang warga Jalan Wedana, RT04/01, Desa Jayagiri, Yanti Ramdani (41) mengaku rutin membawa anak keempatnya yang bernama Nikita (5) ke posyandu. Seperti memeriksakan berat badan, diukur tingginya, dan juga diberi suplemen vitamin.

Biasanya, penimbangan berat badan dilakukan sebulan sekali dan pemberian vitamin setahun dua kali. "Saya selalu rutin membawa anak ke posyandu. Adanya sosialisasi ini sangat membantu, karena saya jadi tahu bagaimana menjaga pola hidup sehat dan memberikan makanan bergizi kepada anak," tutur Yanti.


Editor : Himas Puspito Putra