Pemkot Bandung dan Pengusaha Ritel Sepakat Larang Kantong Plastik

Yogi Pasha ยท Selasa, 04 Desember 2018 - 23:20 WIB
Pemkot Bandung dan Pengusaha Ritel Sepakat Larang Kantong Plastik

Pemkot Bandung dan Aprindo Jabar sepakat melarang penggunaan kantong plastik untuk mengurangi pencemaran lingkungan. (Foto: istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung dan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jawa Barat sepakat untuk tidak menggunakan kantong plastik. Langkah ini menjadi komitmen bersama dalam penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung Nomor 17 Tahun 2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

"Di lapangan ada pengusaha ritel yang melakukan (menghapuskan katong plastik). Ada juga kantong plastik dari Hypermart yang umurnya empat bulan. Itu sudah bagus sehingga ritel yang lain juga bisa menduplikasi," tutur Wali Kota Bandung, Oded M Danial usai bertemu Aprindo Jabar di Balai Kota Bandung, Selasa (4/12/2018).

Oded menyebutkan, larangan penggunaan kantong plastik ini diperkuat dengan perda dan kedepan bakal diterbitkan Perwal. "Intinya implementasi di lapangan harus terdapat ajakan dan niat baik kepada masyarakat agar lebih komprehensif," katanya.

Oded berharap dengan sinergitas antara Pemkot Bandung dan para pengusaha ritel, mampu meminimalisasi penggunaan kantong plastik. "Saya harap dengan kekuatan itulah, mampu menghadirkan pembentukan kultur yang tidak dipaksa. Sehingga masyarakat paham dengan hal seperti ini," kata Oded.

BACA JUGA:

Tjahjo Larang Pegawai Kemendagri Gunakan Plastik Sekali Pakai

Kantong Plastik Dilarang di Sejumlah Daerah, KLHK: Pemda Punya Kuasa

Sekretaris DPD Aprindo Jawa Barat, Hendri Hendrata menegaskan dukungannya terhadap program Pemkot Bandung untuk mengurangi penggunaan kantong plastik. "Kami dukung program pemerintah berupaya untuk melakukan pengurangan kantong plastik. Kita mengajak masyarakat jika belanja lebih baik membawa kantong dari rumah atau ramah lingkungan," ujar Hendri.

Menurutnya, penggunaan kantong plastik itu secara umum masih digunakan para konsumen, karena beranggapan praktis dan mudah digunakan serta gratis. "Konsumen itu senang, karena kresek itu gratis dan bagian dari pelayan."ujarnya.

Namun demikian, mengingat kembali pada tahun 2016, ketika kantong plastik berbayar berjalan selama 3 bulan, pengurangan kantong plastik berkunjung sampai 30 persen. "Ketika itu, kantong plastik dihargai Rp200. Itu lumayan, 30 persen berkurangnya. Terpenting sekarang ini kita mendukung pemerintah dan mengedukasi kepada masyarakat untuk lebih memahami," tuturnya. 

 


Editor : Kastolani Marzuki