Pemprov Jabar Beri Santunan ke Keluarga 49 Petugas KPPS yang Meninggal

Dicky Wismara ยท Selasa, 23 April 2019 - 20:23 WIB
Pemprov Jabar Beri Santunan ke Keluarga 49 Petugas KPPS yang Meninggal

Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyapa para keluarga korban petugas KPPS yang meninggal dunia, usai pemberian santunan di Bandung, Jabar, Selasa (23/4/2019). (Foto: iNews/Dicky Wismara)

BANDUNG, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memberikan santunan kepada keluarga 49 petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) dan polisi yang meninggal dunia saat menjalankan tugasnya pada Pemilu 2019. Masing-masing keluarga korban mendapat santunan sebesar Rp50 juta.

Santunan tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jabar Ridwan Kamil kepada keluarga korban di Aula Barat Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa sore (23/3/2019). Santunan tersebut berasal dari dana tak terduga Pemprov Jabar tahun 2019.

“Datanya berubah-ubah terus. Terakhir, total ada 49 petugas Pemilu 2019 di Jawa Barat yang meninggal dunia, terdiri atas 46 warga sipil dan tiga dari kepolisian. Ada yang petugas KPPS, Panwaslu, intinya mereka individu yang mendedikasikan waktunya untuk mengawal proses Pemilu” kata Ridwan Kamil.

BACA JUGA:

37 Petugas KPPS dan 2 Polisi di Jabar Meninggal Usai Tugas Pemilu

Petugas KPPS yang Meninggal di Jabar 30 Orang, Terbanyak di Indonesia

Ridwan mengakan, dari informasi yang dia peroleh, para petugas yang meninggal berasal dari berbagai usia. Penyebab para petugas yang meninggal dunia umumnya karena faktor kelelahan saat bertugas. Sebab, mereka harus bertugas sebelum Pemilu, saat pencoblosan hingga rekapitulasi surat suara.

“Kita memberikan penghargaan kepada mereka yang kita sebut pahlawan demokrasi. Kita memberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga petugas. Karena ini baru, tentulah butuh proses dan akan ada verifikasi. Urusan begini, jangan sampai lama-lama,” katanya.

Sementara itu, para keluarga korban mengapresiasi santunan yang diberikan Pemprov Jabar. Mereka merasa terbantu dengan kebijakan tersebut.

Salah satu keluarga korban, Ati Jubaedah mengatakan, suaminya yang menjadi petugas KPPS meninggal dunia usai pencoblosan Pemilu lalu. Dia menduga suaminya kelelahan karena terus bekerja dari proses persiapan Pemilu hingga pemungutan suara.

“Enggak ada riwayat penyakit dan enggak ada keluhan sebelum meninggal,” kata Ati Jubaedah.


Editor : Maria Christina