Penyerang Sopir Jadi Tersangka Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Reaksi Keluarganya

Toiskandar ยท Rabu, 19 Juni 2019 - 15:48 WIB
Penyerang Sopir Jadi Tersangka Kecelakaan di Tol Cipali, Ini Reaksi Keluarganya

Juju, kakak Amsor, tersangka kecelakaan bus maut di Tol Cipali, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, saat ditemui di rumahnya, Kelurahan Watubelah, Kabupaten Cirebon, Rabu (19/6/2019). (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Penetapan Amsor sebagai tersangka kasus kecelakaan maut di Tol Cipali, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat (Jabar), mengundang reaksi keluarganya. Mereka menilai ada kejanggalan dalam kasus tersebut. Keluarga meminta polisi untuk memeriksa isi percakapan kernet dan sopir bus di telepon.

Hal ini diungkapkan kakak Amsor saat ditemui di Kelurahan Watubelah, Kabupaten Cirebon, Rabu siang (19/6/2019). Rumah orang tua Amsor itu tampak sepi. Ayah dan ibunya yang sudah berusia lanjut, Amad dan Maesaroh, berada di rumah sakit untuk menemani Amsor yang luka serius di bagian perut, tangan dan kaki, akibat benturan keras saat kecelakaan.

Kakak tersangka, Juju menceritakan, Amsor yang baru setahun bekerja sebagai pekerja sekuriti di Jakarta dikenal sebagai sosok yang baik dan ramah. Dalam pergaulan di lingkungan kampungnya, Amsor bahkan tak pernah berbuat masalah. Keluarga pun tak menyangka kepulangan Amsor pada 17 Juni lalu justru membawa petaka di ruas Tol Cipali.


BACA JUGA: Resmi Tersangka, Penyerang Sopir Bus Maut Tol Cipali Akan Dibawa ke Majalengka


Senada dengan keterangan Amsor kepada polisi, menurut Juju, selama bekerja di Jakarta, Amsor sempat bercerita mengenai nyawanya yang terancam dan menjadi buruan sejumlah orang. Hal itu membuat Amsor ketakutan.

“Adik saya kan sempat ga kerja dua hari itu karena kemungkinan dia takut ada ancaman. Daripada dia diancam di jalan atau kena di jalan, makanya dia pulang, balik lagi, trus kejadian seperti itu. Waktu Lebaran juga dia pulang,” kata Juju.

Untuk memastikan keterangan adiknya, keluarga pun meminta polisi untuk memeriksa seluruh rekaman percakapan antara sopir Bus Safari Lux dan kernet di ponsel keduanya. Dengan begitu, ada titik terang dan penyebab kecelakaan maut tersebut dapat terungkap dengan jelas.
“Harapan keluarga, pengen yang seadil-adilnya. Percakapan di HP sopirnya itu diperiksa,” ujarnya.


BACA JUGA: Sebelum Serang Sopir Bus di Tol Cipali, Amsor Dihantui Rasa Takut Akan Dibunuh


Dia menilai Amsor terlihat menyerang sopir bus bukan untuk mengambil alih kemudi, melainkan merebut ponselnya. Karena itu, keluarga menilai tindakan Amsor termasuk pembelaan diri.

Menurut Juju, polisi tidak bisa hanya mengandalkan keterangan saksi-saksi penumpang yang berada di belakang sopir. Sebab, mereka tidak mengetahui permasalahan adiknya dengan sopir dan kernet bus tersebut.

“Jangan sepihaklah, jangan dari saksi-saksi yang di belakang mobil aja karena mereka kan enggak tahu permasalahannya. Mereka cuma tahu hanya sopir sama kernet telepon-teleponan sedangkan pihak yang lagi diincar itu ada di situ, makanya adik saya itu maju ke situ tuh bukan karena mau menyerang, bukan, membela diri itu namanya,” kata Juju.

Sementara saat ini, Polres Majalengka telah menetapkan Amsor sebagai tersangka dalam kecelakaan maut di Tol Cipali yang menewaskan 12 orang dan mengakibatkan 37 orang terluka tersebut. Petugas pun masih menunggu kepulihan Amsor guna pemeriksaan mendalam.


Editor : Maria Christina