Prihatin TKI Dipancung, Atalia Kamil Janji Bangun Sekolah Perempuan

Mohamad Zeni Johadi, Sindonews ยท Kamis, 01 November 2018 - 20:31 WIB
Prihatin TKI Dipancung, Atalia Kamil Janji Bangun Sekolah Perempuan

Ketua Tim Penggerak PKK Jabar Atalia Praratya Kamil. (Foto: iNews.id/Mohamad Zeni Johadi)

MAJALENGKA, iNews.id – Kasus Tuti Tursilawati, tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mengundang keprihatinan dan simpati sejumlah pihak.

Salah satunya dari Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK). Mereka menyambangi rumah keluarga Tuti untuk menyampaikan duka cita atas kejadian tersebut.

Ketua TPPKKK Jawa Barat, Atalia Praratya Kamil mengatakan keprihatinannya atas musibah yang dialami warga Majalengka. Karena itu, Pemprov Jawa Barat akan membangun sekolah perempuan untuk mengantisipasi kasus TKW seperti yang dialami Tuti Tursilawati, yang dihukum pancung oleh pemerintah Arab Saudi.

“Kami ikut prihatin atas kejadian yang menimpa warga Majalengka dan kami akan membangun sekolah perempuan untuk meningkatkan ekonomi mandiri. Kami akan berupaya membantu keluarga TKW (Tuti) agar bisa ke Arab Saudi untuk berziarah,” kata Atalia Kamil, Kamis (1/11/2018).

BACA JUGA:

Tuti Dieksekusi Mati, Ridwan Kamil Kaji Moratorium TKI ke Arab Saudi

PBNU: Eksekusi Mati Tuti di Saudi Harus Disikapi Serius

Dia menjelaskan, pembangunan sekolah perempuan bertujuan meningkatkan ekonomi mandiri, sehingga mereka tidak perlu bekerja ke luar negeri untuk membantu ekonomi keluarga.

Keberadaan sekolah perempuan, ungkap Atalia, cukup penting, mengingat hingga saat ini jumlah tenaga kerja wanita (TKW) asal Jawa Barat, cukup tinggi. 

"Saya melihat ternyata jumlah TKW asal Jawa Barat termasuk Majalengka ini, tinggi sekali. Di wilayah (Desa) Cikeusik saja sampai 400 orang dan sekarang tersisa 50. Sekitar 50 orang ini yang masih terus dipantau," ungkap Atalia.



Terkait masih banyaknya TKW yang bekerja di luar negeri, Atalia menegaskan, perlu adanya peran pemerintah untuk memastikan kondisi mereka. Bahkan, perhatian juga harus diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan. 

Ibunda Tuti Tursilawati, Iti Sarniti mengaku sangat terpukul atas eksekusi hukuman mati yang menimpa anaknya. “Saya masih shock, karena seminggu sebelumnya sempat video call-an. Saat itu, Tuti tidak ngomong ada masalah apa-apa,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki