Punya Kelainan Seksual, Pembunuh Bocah SD di Bogor Terancam Hukuman Seumur Hidup

Wildan Hidayat ยท Jumat, 05 Juli 2019 - 18:30 WIB
Punya Kelainan Seksual, Pembunuh Bocah SD di Bogor Terancam Hukuman Seumur Hidup

Hariyanto (23) tukang bubur tersangka pembunuhan bocah SD terancam hukuman penjara seumur hidup. (Foto: iNews.id/Wildan Hidayat)

CIBINONG, iNews.id – Hariyanto (23) tersangka pembunuhan terhadap Fira Angela Nurhidayah (FAN), bocah kelas 2 sekolah dasar (SD) di Kampung Cinangka, Desa Cipayung Girang, Kecamatan Megamendung, Bogor, Jawa Barat (Jabar), terancam hukuman seumur hidup.

Tersangka saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres Bogor untuk mengungkap kasus pembunuhan tersebut.

Kapolres Bogor AKBP Andi M Dicky mengatakan, tersangka akan dikenakan pasal berlapis, yaitu Pasal 338 KUHP tentang Pembunuhan dan Pasal 81-82 Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidana minimal 12 tahun penjara dan maksimal seumur hidup.

“Tersangka dikenakan pasal berlapis dengan ancaman hukuman seumur hidup,” kata Kapolres di Mapolres Bogor, Jalan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (5/7/2019).

BACA JUGA:

Tukang Bubur Pembunuh Bocah SD di Bogor Simpan Ratusan Celana Dalam Perempuan

Sebelum Kabur, Pembunuh Siswi SD di Bogor Sempat Cabuli Mayat Korban

Kapolres mengungkapkan, sebelum membunuh tersangka yang berjualan bubur ini mencoba mencabuli korban. Namun, korban menolak dan beteriak histeris. Karena panik, tukang bubur itu membunuh korban dengan cara membekap menggunakan kain. Korban lalu ditenggelamkan di kamar mandi.

“Tersangka ini pernah mencabuli korban. Tapi kali ini, korban yang sudah mengerti berteriak. Sehingga, karena dipaksa korban histeris. Pelaku panik dan kemudian melakukan pembunuhan tersebut,” bebernya.

Menurut Kapolres, pelaku memiliki kelainan seksual dan cenderung menyukai anak-anak di bawah umur. Pelaku juga sering menonton video porno. “Jadi pelaku ini punya kelainan seksual. Kasus ini awalnya untuk memenuhi kebutuhan seksualnya” ujarnya.

Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti di lokasi kejadian di antaranya pakaian korban dan ratusan celana dalam. Selain itu, alat yang digunakan untuk membunuh korban.


Editor : Kastolani Marzuki