Putus dengan Pacar, Remaja di Sukabumi Datangi RS Minta Disuntik Mati

Antara ยท Kamis, 31 Januari 2019 - 21:58 WIB
Putus dengan Pacar, Remaja di Sukabumi Datangi RS Minta Disuntik Mati

Ilustrasi suntik mati. (Foto: Sindonews)

SUKABUMI, iNews.id –  Seorang remaja perempuan mendatangi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) R Syamsudin SH Kota Sukabumi, Jawa Barat (Jabar), meminta untuk disuntik mati, Kamis (31/1/2019). Remaja berinisial L (18) yang masih berstatus pelajar itu mengaku putus dengan pacarnya sehingga nekat ingin mengakhiri hidupnya.

“ABG berinisial L (18) yang mengaku warga Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, masih berstatus sebagai pelajar ini datang ke rumah sakit dan langsung minta ke petugas medis untuk disuntik mati. Saat kami menanyakan apa alasannya, perempuan tersebut mengaku baru putus dengan pacarnya,” kata Humas RSUD R Syamsudin SH Wahyu Handriana di Sukabumi, Kamis (31/1/2019).

Informasi yang dihimpun, ABG tersebut tiba-tiba datang ke rumah sakit milik Pemkot Sukabumi tersebut pada Kamis. Dia kemudian masuk ke ruang instalasi gawat darurat (IGD).

BACA JUGA:

Putus Cinta, Pemuda di Pekalongan Nekat Bunuh Diri dan Merekam Aksinya

Diputus Cinta, Mahasiswa Ini Nekat Bakar Diri Bareng Mantan Pacar    

L yang datang sendiri tersebut langsung mendatangi sejumlah petugas dan meminta untuk segera disuntik mati. Petugas yang mendengar keinginan dari ABG itu langsung dibuat kaget dan mengamankannya ke ruang khusus.

Di ruangan itu L bercerita panjang lebar perihal keinginannya agar disuntik mati. Mendengar keluh kesah dari L, akhirnya disimpulkan bahwa dirinya tengah depresi akibat putus cinta. Akhirnya petugas rumah sakit pun berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mencari tahu keberadaan keluarganya. Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi dan mencegah terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami pernah juga menangani kasus seperti ini. Jadi pihak rumah sakit memutuskan untuk melakukan pendampingan terhadap L. Kami juga berkoordinasi dengan polisi untuk diawasi,” ujarnya.

Wahyu mengatakan, mereka khawatir L bertindak nekat, apalagi tengah depresi. Saat ini, L membutuhkan pengawasan ketat, baik dari kepolisian dan orang tuanya agar tidak sampai nekat melakukan hal-hal yang membayakan dirinya.


Editor : Maria Christina