Ratusan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Rancaekek Bandung

Kastolani ยท Jumat, 11 Januari 2019 - 21:58 WIB
Ratusan Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung di Rancaekek Bandung

Ratusan rumah warga di Desa Jelegong, Rancaekek, Kabupaten Bandung rusak parah diterjang puting beliung, Jumat (11/1/2019). (Foto: istimewa)

BANDUNG, iNews.id - Bencana puting beliung melanda Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Jumat (11/1/2019). Bencana yang terjadi sekitar pukul 15.15 WIB itu mengakibatkan ratusan rumah warga rusak dan belasan pohon tumbang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, data sementara yang berhasil dihimpun BPBD Kabupaten Bandung, dampak puting beliung tercatat satu orang luka berat, 15 orang luka ringan, 15 rumah rusak berat, 71 rumah rusak ringan dan lebih dari 300 rumah rusak yang belum dikelompokkan tingkat kerusakannya.

“Diperkirakan jumlah kerusakan rumah dan bangunan bertambah karena pendataan masih berlangsung,” katanya dalam rilis yang diterima iNews.id, Jumat malam.

Sutopo menyebutkan, daerah yang mengalami kerusakan antara lain  Perum Rancaekek Kencana Blok 16 RW 16. RW 08 Desa Jelegong Kec Rancaekek, dan beberapa perumahan lain. “Atap rumah banyak yang diterbangkan oleh puting beliung,” ucapnya.

BACA JUGA:

8 Desa di Klaten Diterjang Puting Beliung, Puluhan Rumah Roboh, 2 Luka

3 Desa di Ponorogo Diterjang Puting Beliung, Sejumlah Rumah Rusak

Kubah Masjid dan Genting Rumah di Klaten Terbang Kena Puting Beliung

Sebelum kejadian, pagi cuaca cerah kemudian pada siang awan-awan banyak terbentuk dan terdapat awan Cumulonimbus yang menutup daerah di Rancaekek dan sekitarnya. “Langit terlihat mendung dan cuaca gerah atau sumug. Menjelang sore kemudian bertiup angin yang makin lama makin kencang disertai hujan berintensitas sedang hingga tinggi. Puting beliung terlihat di langit sesaat,” paparnya.

Menurut Sutopo, BPBD Kabupaten Bandung saat ini masih melakukan pendataan. Pemasangan tenda pengungsi oleh TNI dan Brimob Polda Jabar didirikan untuk menampung sebagian masyarakat yang mengungsi. Tagana, BPBD dan relawab membantu pengungsi. Kondisi listrik masih padam. “Kebutuhan mendesak saat ini adalah tenda pengungsi sementara, terpal, alat penerangan, bahan makanan dan air bersih,” katanya.

Sutopo menambahkan, bencana puting beliung semakin meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan puting beliung disebabkan ada perubahan penggunaan lahan, dampak perubahan iklim yang menyebabkan makin meningkatnya ketidaksatabilan dinamika atmosfer lokal, dan aktivitas penduduk dan lainnya.


Editor : Kastolani Marzuki