Ratusan Vila di Puncak Kerap Tunggak Pajak, Ini Ancaman Konsekuensinya

Antara ยท Selasa, 08 Januari 2019 - 14:14 WIB
Ratusan Vila di Puncak Kerap Tunggak Pajak, Ini Ancaman Konsekuensinya

Ilustrasi pajak. (Foto: Okezone)

CIANJUR, iNews.id - Ratusan vila di kawasan Puncak-Cipanas, Jawa Barat, menunggak pajak setiap tahunnya. Pemerintah setempat rencananya akan menyegel dan memutus saluran air ke ratusan vila tersebut jika masih bandel dan tetap menunggak pajak.

Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BPPD) Cianjur, menyebut akan bekerjasama dengan pengembang serta PDAM Cianjur untuk menyelesaikan masalah itu. Jika tak juga dibayar, saluran air ke vila-vila tersebut akan segera diputus.

"Kami sudah berkordinasi dengan pihak pengembang dan PDAM Cianjur, untuk memberikan peringatan sebelum menyegel dan memutus saluran air ke ratusan vila tersebut sebelum memenuhi kewajibannya membayar pajak," kata Kepala Bidang Penagihan Pajak Daerah BPPD Cianjur, Hendra Wira Wiharja di Cianjur, Selasa (8/1/2019).

Dia menjelaskan, selama ini pemilik vila menjadi salah satu wajib pajak yang mendapat perhatian khusus. Tercatat lebih dari 100 wajib pajak pemilik vila yang mengkir membayar pajak sejak beberapa tahun terakhir.

Pihaknya menerapkan pajak yang sama antara vila dengan hotel, namun Hendra mengaku kesulitan melakukan pendataan karena satu nama dapat memiliki hingga puluhan vila. Akibatnya, banyak vila yang belum terdata antara lain di wilayah Puncak, Cipanas, dan Pacet.

"Baru 60 persenan yang sadar membayar pajak dan sebagian besar membayar setelah diingatkan petugas pajak. Selama ini berbagai dalih yang mereka berikan kenapa telat dan belum membayar pajak vila yang dimiliki," katanya.

Penunggak pajak sebagian besar berdalih minimnya hasil sewa setiap bulannya karena tamu yang datang ke kawasan Puncak-Cipanas sejak beberapa tahun terakhir sepi. Akibatnya, mereka berdalih penghasilan hanya dapat menutupi biaya operasional.

Hendra menuturkan, untuk mengoptimalkan penagihan pajak terhadap wajib pajak villa, BPPD akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak, salah satu yang menjadi target vila di kawasan Kota Bunga.

"Kalau penyegelan sudah sering dilakukan, namun tidak berjalan evektif sehingga kami akan berkordinasi dengan pengembang dan PDAM agar wajib pajak dapat memenuhi kewajibannya terlebih dahulu sebelum menyewakan vila miliknya," kata Hendra.


Editor : Himas Puspito Putra