Ridwan Kamil Prihatin dengan Komunitas Gay di Garut

Yogi Pasha ยท Selasa, 09 Oktober 2018 - 16:49 WIB
Ridwan Kamil Prihatin dengan Komunitas Gay di Garut

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. (Foto: iNews.id/Yogi Pasha)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDUNG, iNews.id - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil mengaku prihatin terhadap komunitas penyuka sesama jenis di Kabupaten Garut. Menurutnya, jika komunitas tersebut benar ada di Kabupaten Garut tentu akan diberantas. 

"Saya prihatin. Saya komit untuk memberantas hal-hal begitu, apalagi usia pelajar," kata Emil di Gedung Sate, Selasa (9/10/2018).

Kendati demikian, kata Emil, pihaknya belum bisa bertindak untuk memberantas komunitas tersebut. Saat ini, dirinya akan memetakan persoalan dengan meminta data dan keterangan dari Bupati Garut. 

"Hari ini saya mau kontak bupati Garut untuk memetakan masalahnya dulu. Setelah itu saya akan kabari lagi rencana tindakannya," ucap Emil.

BACA JUGA: Heboh Grup Gay Siswa SMP-SMA di Garut, Anggotanya 2 Ribuan Orang

Dia mengaku, belum mengetahui kasus komunitas gay yang anggotanya terdiri ribuan pelajar tersebut. Menurut dia, baru mengetahui sedikit data terkait komunitas itu berdasarkan pemberitaan media online. 

Grup komunitas gay atau penyuka sesama laki-laki di Garut, Jawa Barat (Jabar), viral di media sosial dan menghebohkan masyarakat Kabupaten Garut. Grup tersebut diduga beranggotakan pelajar SMP dan SMA, sesuai dengan namanya. Polisi masih menyelidiki informasi tersebut untuk memastikan kebenarannya.

Dari penelusuran di Facebook, grup tersebut memiliki nama Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA Garut. Jumlah anggotanya terbaru mencapai 2.483 orang. Dalam info grup disebutkan bahwa grup ini sudah dibentuk sejak lima tahun lalu, tepatnya 15 April 2013.

Grup ini juga terbilang aktif karena dalam sebulan terakhir sudah ada 956 postingan dan 13 postingan hari ini. Grup Kumpulan Barudak Gay SMP/SMA juga merupakan grup terbuka sehingga seluruh postingan di sini, termasuk foto-foto dan video bisa dilihat netizen tanpa harus bergabung dengan grup.


Editor : Himas Puspito Putra