Sampaikan Pleidoi, Bahar Smith Berharap Dapat Keputusan yang Seadil-adilnya

Antara, Ervan David ยท Kamis, 20 Juni 2019 - 17:32 WIB
Sampaikan Pleidoi, Bahar Smith Berharap Dapat Keputusan yang Seadil-adilnya

Terdakwa Bahar bin Smith saat sampaikan nota pembelaan dalam sidang pledoi yang digelar PN Bandung, Kamis (20/6/2019). (Foto: iNews/Ervan David)

BANDUNG, iNews.id – Terdakwa kasus penganiayaan dua anak di bawah umur, Bahar bin Smith mengaku tidak pernah memiliki niat untuk melakukan kekerasan. Menurutnya, dia hanya berniat untuk mengklarifikasi terkait pengakuan korban yang mengaku sebagai dirinya.

Hal tersebut diutarakannya saat menyampaikan nota pembelaan atau pleidoi dalam sidang yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bandung di Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip), Jalan Seram, Kota Bandung, Kamis (20/6/2019).

“Sebenarnya saya tidak memiliki niat buruk untuk menganiaya kedua korban tersebut. Saya hanya ingin bertabayyun, ingin mencari tahu dan ingin mengklarifikasi betul atau tidaknya (mengaku Bahar)," ujar Bahar saat sampaikan pleidoi.

Selain itu, Bahar juga berharap mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya dalam persidangan saat mengakhiri penyampaian nota pembelaan.

BACA JUGA: Dituntut 6 Tahun Penjara, Habib Bahar : Saya Bertanggung Jawab Dunia Akhirat

“Segala yang saya lakukan, baik tersembunyi maupun tak tersembunyi, semua yang saya ucapkan akan diminta pertanggungjawaban Allah. Saya berterima kasih dan saya meminta Majelis mengeluarkan keputusan yang seadil-adilnya. Saya ikhlas, apapun itu. Sebagai warga negara yang baik, harus bertangung jawab, tidak melawan hukum atas jatuhnya hukuman apapun. Terakhir saya ingin sampaikan, saya Bahar bin Smith bersumpah, selama kedua mata saya masih melihat kemungkaran. Saya tidak akan pernah tunduk pada kemungkaran tersebut,” katanya.

Diketahui, sebelumnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Bahar Smith dengan hukuman 6 tahun penjara karena diyakini bersalah dan terbukti telah menganiaya dua remaja sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

Bahar diduga menganiaya Cahya Abdul Jabar dan Khairul Umam Al Muzaki karena salah seorang di antara mereka mengaku sebagai dirinya saat mengikuti acara di Bali.

Dalam tuntutan jaksa, Bahar dijerat pasal berlapis yakni Pasal 333 ayat 1 dan/atau Pasal 170 ayat 2 dan/atau Pasal 351 ayat 1 juncto Pasal 55 KUHP, dan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.


Editor : Donald Karouw