Santunan ke Keluarga KPPS, Ridwan Kamil Siap Pakai Dana Operasional

Ervan David, Antara ยท Senin, 22 April 2019 - 20:08 WIB
Santunan ke Keluarga KPPS, Ridwan Kamil Siap Pakai Dana Operasional

Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat bersama Cawapres Nomor Urut 01 KH Ma'ruf Amin di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jabar, awal April lalu. (Foto: Antara)

BANDUNG, iNews.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil memastikan para keluarga petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di provinsi itu yang meninggal saat dan usai bertugas pada Pemilu 2019, akan mendapat santunan dari pemerintah. Bahkan, dia siap mengeluarkan dana operasional gubernur.

Menurut gubernur yang akrab disapa Emil itu, hingga saat ini, Pemprov Jabar memang belum dapat menyebut berapa anggaran yang disiapkan untuk santunan kepada mereka. Namun, dia meyakini sumber dananya ada.

“Soal itu mah pasti ada jalannya ya, kan gubernur ada dana operasional, bisa dari Bank BJB, sumber mah bisa dicari,” katanya di Gedung Sate Bandung, Senin (22/4/2019)

BACA JUGA:

Petugas KPPS yang Meninggal di Jabar 30 Orang, Terbanyak di Indonesia

37 Petugas KPPS dan 2 Polisi di Jabar Meninggal Usai Tugas Pemilu

Emil juga mengatakan, akan mengumpulkan para keluarga petugas KPPS di provinsi itu yang meninggal dunia saat bertugas dan yang sakit. “Insya Allah rencananya besok saya akan mengundang keluarga petugas KPPS yang meninggal dunia, termasuk yang sakit dan TNI serta Polri yang bertugas,” kata Emil.

Selain memberikan santunan pada keluarga, Pemprov Jabar akan memberikan penghargaan bagi petugas KPPS yang meninggal.“Jadi ada santunan dan penghargaan, nilainya besok. Penghargaan akan diberi di waktu yang lebih afdol. Santunan hanya untuk yang berpulang,” ujar Emil.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jabar Iwa Karniwa mengatakan, santunan untuk petugas KPPS yang meninggal tak bisa menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Begitu pun, Pemprov Jabar akan tetap mencari cara lain agar santunan tetap diberikan sebagai bentuk apresiasi Pemprov Jabar kepada keluarga yang ditinggalkan.

“Untuk hal itu sudah ada pembahasan, dari sisi anggaran yang ada kan belum disiapkan karena aturannya tidak ada,” katanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar Rifki Ali Mubarok mengatakan, jumlah petugas KPPS yang meninggal dunia di Jabar saat menjalankan tugas penghitungan dan rekapitulasi surat suara Pemilu 2019 sudah mencapai 30 orang. Sementara itu, 14 petugas KPPS masih dalam perawatan akibat kelelahan.

“Jumlah korban di Jabar bertambah, memecahkan rekor, paling banyak 44 orang. Sementara se-Indonesia 88 orang. Semuanya karena faktor kelelahan. Kalau dari range umur sudah berumurlah,” kata Rifki Ali Mubarok, Senin (22/4/2019).


Editor : Maria Christina