Sidang Perdana Kasus Pembakaran Bendera di Garut, 595 Personel Siaga

Antara ยท Senin, 05 November 2018 - 11:16 WIB
Sidang Perdana Kasus Pembakaran Bendera di Garut, 595 Personel Siaga

Massa berunjuk rasa memprotes pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di kawasan Patung Kuda, Jakarta, Jumat (2/11/2018). Sidang perdana kasus pembakaran bendera digelar di PN Garut, Senin (5/11/2018). (Foto: Antara/Muhammad Adimaja)

GARUT, iNews.id – Sidang perdana kasus pembakaran bendera mencantumkan kalimat tauhid digelar di Pengadilan Negeri (PN) Garut, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), Senin (5/11/2018). Sebanyak 595 personel gabungan TNI dan Polri melakukan penjagaan sidang tiga terdakwa tersebut.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Garut, AKBP Budi Satria Wiguna, mengatakan, jajarannya sengaja menempatkan personel polisi ditambah dari TNI untuk menjaga pelaksanaan sidang di dalam maupun luar kantor PN Garut.

“Kami tempatkan personel di tiga ring, di dalam, di luar, dan radius beberapa ratus meter,” kata Budi di PN Garut.

Budi mengatakan, pengamanan yang dilakukan Polres Garut sesuai dengan prosedur yang berlaku untuk mengantisipasi massa yang ingin menghadiri sidang tersebut. Meskipun pengamanan ketat, kondisi di dalam dan luar pengadilan aman, terkendali dengan baik. Masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa.

BACA JUGA:

Eks HTI: Kasus Pembakaran Bendera Jangan Terus Dibesar-besarkan

Polda Jabar Dalami Dugaan Skenario di Balik Insiden Pembakaran Bendera

Dia berharap, kasus tersebut yang sudah menjalani proses sidang dapat disikapi secara bijaksana oleh semua pihak. “Semua pihak bisa sikapi bijaksana dengan proses sidang ini,” katanya.

Sementara itu, Polres Garut juga menutup Jalan Merdeka yang melewati kantor PN Garut.Sejumlah personel disebar di sekitar PN Garut. Selain pengamanan luar, polisi juga memeriksa setiap pengunjung sidang dengan alat detektor logam.

Dalam kasus pembakaran bendera tersebut, Polres Garut telah menetapkan tiga tersangka laki-laki, yakni pembawa bendera berinisial U dan dua orang yang membakar bendera berinisial M dan F. Mereka dijerat Pasal 174 KUH-Pidana dengan ancaman maksimal tiga minggu kurungan penjara.

Pembakaran bendera mencantumkan kalimat tauhid yang disebut milik Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) itu, terjadi pada Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Garut, Jabar, pada 22 Oktober 2018.


Editor : Maria Christina