Suara Letusan Suar hingga 5 Kali Warnai Laga Persija Kontra PSIS di Bekasi

Antara ยท Minggu, 15 September 2019 - 19:31 WIB
Suara Letusan Suar hingga 5 Kali Warnai Laga Persija Kontra PSIS di Bekasi

Suara letusan suar atau petasan terdengar sebanyak lima kali seusai laga Persija kontra PSIS di Stadion Patriot Chandrabagha Bekasi. (Foto: SINDOnews)

JAKARTA, iNews.id – Pertandingan lanjutan Liga I 2019 antara Persija Jakarta kontra PSIS Semarang di Stadion Patriot Chandrabagha Kota Bekasi, Jawa Barat diwarnai insiden suara letusan diduga berasal dari petasan di tribun penonton.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, suara letusan petasan itu sempat membuat panik penonton. Bahkan, suara letusan hingga lima kali itu terdengar hingga kantin stadion.

“Suara petasan itu. Sepertinya dibawa sama penonton ke dalam stadion," kata salah satu suporter Persija Jakarta, Danang, di tribun selatan stadion, Minggu (15/9/2019).

Dia menuturkan, letusan tersebut terdengar sebanyak lima kali berturut-turut usai wasit pertandingan menutup jalannya laga lanjutan Liga 1 Musim 2019 sekitar pukul 17.40 WIB dengan kemenangan Persija 2-1 atas lawannya PSIS Semarang.

“Berarti ada yang lolos nih dari pengawasan polisi di pintu masuk," kata konsumen kantin, Anton.

BACA JUGA: Libas PSIS, Persija Keluar dari Zona Degradasi Liga 1 2019

Beberapa saat setelah suara letusan terdengar, asap tampak mengepul di tengah euforia pendukung Persija di tribun selatan stadion.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Indarto, mengungkapkan suara letusan di tribun utara Stadion Patriot Chandrabagha, Kota Bekasi bersumber dari tembakan suar yang diselundupkan oknum penonton, Minggu sore. “Itu suara suar yang diletuskan oleh oknum penonton setelah pertandingan selesai," katanya.

Indarto mengakui telah terjadi kelalaian petugas pengawas di sejumlah pintu masuk, hingga barang terlarang itu masuk ke tengah penonton stadion. “Kita evaluasi lagi. Petugas lalai tadi, seharusnya barang itu tidak boleh ada," katanya.

Dalam arahannya kepada anggota kepolisian di stadion, Indarto mempertanyakan bagaimana suar tersebut bisa diselundupkan oknum.

“Kita tidak tahu dia simpan di mana. Saya sudah tanyakan ke petugas. Ini jadi bahan evaluasi kita di lapangan supaya ke depan diperketat lagi," katanya.

Indarto mengatakan tidak ada laporan terkait korban dalam kejadian itu. Namun pihaknya masih mencari pelaku letusan suar.  "Masih kita cari pelakunya," kata Indarto.

Pada September 2017, seorang suporter tim nasional Indonesia, Catur Juliantono (33) meregang nyawa setelah bagian matanya terkena suar nyasar. Korban tewas setelah dilarikan menuju rumah sakit terdekat.


Editor : Kastolani Marzuki