Tabung Kaporit di Perumdam Cianjur Meledak, 10 Warga Keracunan dan Ratusan Mengungsi

Antara, Mochamad Andi Ichsyan ยท Selasa, 01 Oktober 2019 - 07:36 WIB
Tabung Kaporit di Perumdam Cianjur Meledak, 10 Warga Keracunan dan Ratusan Mengungsi

Bak penampungan air milik Perumdam Tirtamukti Cianjur, Jawa Barat, yang terbakar dipasang garis polisi, Senin (30/9/2019) malam. (ANTARA/Ahmad Fikri)

CIANJUR, iNews.id – Tabung kaporit milik Perumdam Tirtamukti Cianjur, Jawa Barat, meledak dan mengeluarkan aroma menyengat, Senin (30/9/2019) malam. Akibatnya, 10 warga Kampung Ciajag, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku mengalami keracunan dan ratusan orang lainnya mengungsi.

Kepala Bagian Produksi Perumdam Tirtamukti Cianjur Dikdik Sadikin mengatakan, petugasnya langsung berupaya mengamankan tabung kaporit tersebut untuk menekan bau menyengat dengan cara mencabutnya dari lokasi bak penampungan.

Namun upaya tersebut membutuhkan waktu agar bau menyengat dapat hilang. Hal ini agar jumlah korban keracunan dapat ditekan dan warga yang mengungsi dapat kembali ke rumahnya masing-masing.

"Petugas masih berupaya melepaskan tabung dari tempatnya untuk dibenamkan ke dalam bak air agar bau menyengat hilang. Kami masih mencari penyebab tabung tersebut meledak," ujarnya, Senin (30/9/2019).

BACA JUGA: Karyawan RSUD Cianjur Keracunan Massal usai Konsumsi Susu Jatah Piket Malam

Hingga tengah malam, sebagian besar warga yang sempat mengungsi ke sejumlah tempat mulai kembali ke rumah masing-masing. Perlahan bau menyengat mulai berkurang.

Namun, tidak sedikit orangtua yang membawa anak balita masih bertahan di madrasah setempat. Mereka takut bau kaporit masih dapat berdampak terhadap pernapasan anak-anak.

"Meskipun bau menyengat sudah mulai berkurang, tetapi kami masih was-was akan berdampak terhadap pernapasan anak. Kami berharap Perumdam Cianjur bertanggung jawab atas peristiwa ini," kata Sari, salah seorang ibu rumah tangga dan warga setempat.

Saat ini, 10 warga yang mengalami keracunan cukup parah akibat menghirup bau kaporit mendapat perawatan intensif di RSUD Cianjur. Sementara sebagian besar warga lainnya mengeluh sesak napas, muntah-muntah dan pingsan akibat peristiwa tersebut.


Editor : Donald Karouw