Takut Terjadi Banjir Susulan, Warga Cipatujah Ramai-Ramai Mengungsi

Asep Juhariyono ยท Rabu, 07 November 2018 - 01:01 WIB
Takut Terjadi Banjir Susulan, Warga Cipatujah Ramai-Ramai Mengungsi

Warga korban banjir bandang di Cipatujah, Tasikmalaya membersihkan rumahnya dari lumpur. Mereka bersiap mengungsi karena takut terjadi banjir susulan. (Foto: iNews.id/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id - Warga Kampung Jajaway, Desa Cipatujah, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat memilih meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke rumah keluarga yang lokasinya lebih aman dari banjir.

Mereka mengungsi karena takut terjadi banjir susulan. Hingga saat ini, perkampungan tersebut masih terendam banjir meski ketinggian air sudah berangsur surut.

Banjir yang menerjang Desa Cipatujah telah menewaskan lima orang dan empat korban di antaranya sudah ditemukan. Banjir juga memutus jembatan utama di wilayah itu.

Seorang warga, Lani mengatakan, ada 20 kepala keluarga (KK) yang memilih meninggalkan lokasi perkampungan pascaditerjang banjir bandang. 

“Ya, hampir semua warga di sini yang memilih ngungsi karena takut ada banjir susulan. Saya juga lagi siap-siap mengungsi,” kata Lani saat membereskan barang-barangnya yang terendam banjir bandang, Selasa (6/11/2018).

BACA JUGA:

5 Warga Tewas akibat Banjir Bandang dan Longsor di Tasikmalaya

Emil Instruksikan Dinas Bina Marga Buat Jembatan Darurat di Cipatujah

Lani mengaku akan mengungsi ke rumah keluarganya yang lokasinya lebih aman dari ancaman banjir.

Warga lainnya, Popon mengatakan untuk sementara dirinya bertahan mengungsi di masjid sambil menunggu keluarga lainnya. “Rencananya mau ngungsi juga, tapi nunggu keluarga lain karena masih beres-beres barang,” ucap Popon yang mengalami sakit di bagian kakinya saat banjir bandang melanda.

Banjir bandang dan longsor menerjang tiga kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar), Selasa (6/11/2018). Lima warga dilaporkan tewas dalam musibah yang terjadi menyusul hujan deras di wilayah ini dan mengakibatkan aliran Sungai Cipatujah meluap.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tasikmalaya Wawan Ridwan Efendi mengatakan, laporan korban tersebut dia terima dari camat di Kecamatan Culamega dan Kecamatan Cipatujah. 

“Di Culamega ada dua korban meninggal dan di Cipatujah ada tiga orang, baru laporan dari camat. Jadi jumlah yang meninggal, sejauh ini baru lima orang. Kami belum bisa pastikan jumlahnya karena masih terus menginventarisasi,” kata Wawan.  


Editor : Kastolani Marzuki