Tangkal Berita Bohong, Ridwan Kamil Luncurkan Tim Jabar Saber Hoaks

Antara ยท Jumat, 07 Desember 2018 - 17:19 WIB
Tangkal Berita Bohong, Ridwan Kamil Luncurkan Tim Jabar Saber Hoaks

Suasana saat peresmian Jabar Saber Hoaks di Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat, Jumat (7/12/2018). (Foto: (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

BANDUNG, iNews.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat membentuk tim Jabar Saber Hoaks sebagai upaya melawan arus informasi negatif yang bisa memecah belah serta meresahan masyarakat. Tim ini akan menjadi wadah untuk mengedukasi, memverifikasi, serta melawan berita-berita bohong.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, perkembangan teknologi yang pesat belum diimbangi dengan penggunaannya secara bijak, terutama di Indonesia. Masyarakat mudah terpancing oleh hal-hal yang justru dapat merugikan dirinya sendiri.

Selain itu, rendahnya budaya literasi membuat masyarakat enggan memverifikasi suatu berita yang belum jelas kebenarannya atau informasi negatif. Maka saat menerima berita bohong, banyak masyarakat yang langsung percaya dan menjadi panik.


"Indeks literasi masyarakat Indonesia berada di posisi 50 dari 60 negara. Orang Indonesia hanya satu konsentrasi 20 detik membaca berita. Kadang-kadang dibaca judulnya saja, isinya tara (tidak) dibaca," ujar Emil-sapaan akrabnya saat peluncuran Jabar Saber Hoax di Gedung Sate, Jumat (7/12/2018).

BACA JUGA: Longsor di Sukabumi, 1 Warga yang Tengah Berkebun Tewas Tertimbun

Emil mencontohkan dampak dari berita bohong juga sangat luar biasa seperti pada perang dunia kedua. Dia menyebut, serangan tentara Jerman terhadap Polandia berawal dari hoaks.


"Jadi diberitakan seolah-olah ada tentara Polandia yang akan menyerang Jerman, disampaikan militer jerman ke Adolf Hitler. Mereka menculik petani Polandia dibius diajak ke stasiun radio seolah-olah kampungnya diserang. Dibikin segitu berita hoaksnya dan sumbu hoaks itu menyebar sampai perang dunia kedua," katanya.

Karena itu, lahirnya Jabar Siber Hoax bisa menjadi wadah untuk mengedukasi dan melawan berita bohong. Masyarakat yang melaporkan suatu informasi yang belum jelas kebenarannya, langsung diverifikasi oleh tim apakah itu benar atau hoaks.

Masyarakat yang memeroleh berita bohong atau ragu terhadap kebenaran informasi bisa melaporkan atau mengeceknya melalui nomor 082118670700, facebook Jabar Saber Hoaks, dan instagram/twitter/line ke @jabarsaberhoaks.

"Kultur Indonesia yang negatif kita lawan dengan budaya literasi yang kuat sehingga Jabar Saber Hoaks menjadi lembaga memverifikasi berita, bisa diminta bisa tidak diminta," ucapnya.


Editor : Donald Karouw