Terbukti Aniaya 2 Remaja, Bahar bin Smith Divonis 3 Tahun Penjara

Jopitha Maulana, Antara ยท Selasa, 09 Juli 2019 - 15:09 WIB
Terbukti Aniaya 2 Remaja, Bahar bin Smith Divonis 3 Tahun Penjara

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith (tengah) berkonsultasi dengan kuasa hukumnya saat sidang putusan di gedung Arsip dan Perpustakaan, Bandung, Jawa Barat, Selasa (9/7/2019). Majelis hakim menjatuhi hukuman kepada Bahar bin Smith tiga tahun penjara, denda Rp50 juta dan subsider satu bulan kurungan. (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

BANDUNG, iNews.id – Bahar bin Smith divonis tiga tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider 1 bulan masa tahanan karena terbukti menganiaya dua remaja di Pondok Pesantren Tajul Alawiyyin miliknya, di Bogor, Jawa Barat (Jabar), pada Desember 2018. Vonis ini lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) selama enam tahun penjara.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung saat membacakan putusannya Selasa (9/7/2019) mengatakan, selain melakukan penganiayaan yang masuk dalam tindak pidana, perbuatan Bahar juga termasuk merampas kemerdekaan orang yang mengakibatkan luka berat serta kekerasan terhadap anak. Diketahui, dua remaja yang dianiaya Bahar, yakni Cahya Abdul Jabar dan Muhammad Khoerul Aumam Al Mudzaqi alias Zaki.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Habib Sayyid Bahar bin Smith dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp50 juta dan tetap berada dalam tahanan dengan ketentuan bila tidak dibayar diganti dengan pidana satu bulan,” kata Ketua Majelis Hakim, Edison Muhamad dalam sidang vonis di PN Bandung, Gedung Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Jalan Seram Kota Bandung.

BACA JUGA:

Polisi Kawal Ketat Sidang Vonis Habib Bahar, Massa Padati PN Bandung

JPU Tolak Pledoi Bahar Smith, Kuasa Hukum: Kasus Ini Bersifat Politis

Bahar dijerat sesuai dengan dakwaan primer, yakni Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP dan dakwaan kedua primer Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP dan dakwaan ketiga Pasal 80 ayat 2 juncto Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Hakim menyebutkan, hal yang memberatkan karena Bahar pernah dihukum. Perbuatan Bahar mengakibatkan dua orang menjadi korban serta merugikan nama dan santri di pesantren.

Sementara hal yang meringankan, Bahar berperilaku sopan, terus terang dan berjanji tidak akan berbuat lagi serta menyesali perbuatannya. Selain itu, ada upaya perdamaian dengan korban dan meminta maaf atas perbuatannya.

Dalam sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Bahar Smith dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta subsider 3 bulan karena diyakini bersalah dan terbukti telah menganiaya dua remaja sesuai dengan fakta-fakta persidangan.

Kuasa hukum Bahar bin Smith, Ichwan Tuan Kota berharap majelis hakim memutus hukuman ringan dan seadil-adilnya kepada kliennya. “Apa yang disampaikan JPU tadi itu kaitan pada tuntutan. Tapi, ada kelemahan tadi bahwa JPU mencabut tuduhan sundut rokok yang dilakukan terdakwa karena tidak ada bukti visum,” katanya.

Ichwan juga menengarai kasus yang menjerat kliennya bernuansa politis karena ada rangkaian sebelum terdakwa ditangkap dengan tuduhan penganiayaan anak.

“Kita menduga-duga ini ada kaitan dengan kasus-kasus sebelumnya. Ini kan tahun politik ya. Sebelum perkara ini berlangsung Habib Bahar diperiksa di Mabes Polri,” katanya.


Editor : Maria Christina