Tim Kampanye Daerah Jabar Targetkan Jokowi-Ma'ruf Raih 60 Persen Suara

Antara · Sabtu, 13 Oktober 2018 - 16:29 WIB
Tim Kampanye Daerah Jabar Targetkan Jokowi-Ma'ruf Raih 60 Persen Suara

Capres Joko Widodo dan Cawapres KH Ma'ruf Amin. (Foto: DOK/iNews.id)

Facebook Social Media Twitter Social Media Google+ Social Media Whatsapp Social Media

BANDUNG, iNews.id – Jawa Barat (Jabar) dinilai merupakan salah satu wilayah strategis di Pemilu Presiden (Pilpres) 2019. Tim Kampanye Daerah (TKD) untuk Pemenangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Jabar, menargetkan pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 01 ini bisa meraih 60 persen suara di daerah ini.

“Jumlah penduduk Jabar sekitar 40 juta jiwa. Kami targetkan Pak Jokowi KH Ma’ruf bisa meraih 60 persen suara di Jawa Barat,” kata Sekretaris TKD untuk Pemenangan Jokowi-Ma’ruf Amin di Jabar, Abdy Yuhana di Kota Bandung, Sabtu (13/10/2018).

Abdy yang ditemui seusai Rakorda Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) di Kota Bandung mengatakan, ada sejumlah daerah di Jabar yang perlu mendapat perhatian khusus agar pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin bisa menang di wilayah ini.

“Berdasarkan pemetaan untuk daerah Priangan timur dan barat, perlu mendapat perhatian khusus karena kurang menguntungkan bagi pasangan Jokowi –Ma’ruf Amin,” katanya.

BACA JUGA:

Jokowi-Maruf Unggul di Pemilih NU dan Muhammadiyah

Eks 212 Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf Amin

Untuk memperoleh suara dari sejumlah daerah tersebut, maka dibutuhkan komunikasi dan sosialisasi yang intens kepada para warganya, terutama terkait sejumlah program selama kepemimpinan Jokowi. Karena itu, akan dilakukan berbagai upaya dan komunikasi. “Tapi tidak boleh fitnah, hoaks atau bohong. Jadi tetap kampanye yang santun,” tuturnya.

Dia mengatakan, dalam pemenangan pasangan Jokowi-KH Ma’ruf Amin di Jabar, maka sejumlah tokoh siap membantu seperti TB Hassanudin, Dedi Mulyadi, Uu Ruzhanul Ulum dan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. “Sejumlah nama dari pasangan calon gubernur dan gubernur terpilih Jabar siap mendukung. Tentu ini menjadi sisi positif dalam pemenangan di Jabar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bara JP DPD Jabar Dwi Subawanto mengatakan bahwa pihaknya akan berfokus kepada urban people. Pasalnya, kekalahan Jokowi pada Pilpres 2014 di Jabar dipengaruhi oleh urban people tersebut.

Urban people tidak memiliki nilai atau ideologi politik yang mudah berubah suaranya oleh berbagai faktor seperti sembako atau uang. Berdasarkan pemetaan, mereka ada di daerah Depok, Bogor dan Bekasi,” katanya.

Dia mengakui, kekalahan Jokowi di Jabar pada Pilpres 2014 karena kurang maksimalnya suara dari urban people tersebut. Sementara suara dari masyarakat ini memberikan dampak yang signifikan bagi suara di Jabar.


Editor : Maria Christina