Timses Caleg di Cirebon Depresi, Tagih Kembali Paket Sembako ke Warga

Toiskandar ยท Rabu, 24 April 2019 - 12:58 WIB
Timses Caleg di Cirebon Depresi, Tagih Kembali Paket Sembako ke Warga

Timses caleg yang mengalami depresi saat dimandikan di Danau Setupatok, Cirebon, untuk ketenangan jiwa dan pikirannya yang terguncang. (Foto: iNews/Toiskandar)

CIREBON, iNews.id – Seorang tim sukses (timses) salah satu caleg DPRD Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), mengalami depresi berat. Tekanan tersebut datang saat perolehan suara caleg yang diusungnya anjlok dan tak memenuhi target.

Identitas timses caleg diketahui bernama Mursyid. Sementara caleg yang bertarung dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019 tak lain adik kandungnya, Haerudin, yang maju dari Partai Amanat Nasional (PAN) dapil 7 Cirebon.

Mursyid ditengarai mengalami depresi usai ditagih sang caleg soal perolehan suara yang tak sesuai harapan. Kondisi itu membuatnya tertekan, bahkan dikabarkan sempat mengamuk dan coba meminta kembali paket sembako yang pernah diberikan.

Karena kondisi tersebut, Mursyid pun dibawa ke Padepokan Anti Galau untuk ketenangan batinnya. Dia menjalani terapi menghilangkan aura negatif dengan dimandikan di Danau Setupatok, serta mengikuti pengajian dan membaca doa, Selasa (23/4/2019) malam.

BACA JUGA: Hasil Suara Jauh dari Harapan, Caleg Gerindra di Cirebon Mandi Kembang

Pantauan iNews, saat menjalani terapi Mursyid sempat berontak dan coba meronta. Dia enggan untuk dibawa ke dalam danau. Bahkan dibutuhka dua hingga tiga pria dewasa untuk memaksanya masuk ke danau. Namun setelah dimandikan dan didoakan, kondisinya berangsung tenang.

Ritual ini dipimpin langsung Pimpinan Padepokan Anti Galau Ustaz Ujang Al-Busthomi. Praktisi spiritual itu berusaha untuk menghapus semua ingatan emosional Mursyid terkait kekalahan caleg yang didukung penuh olehnya.

Ustad Ujang mengaku, pascapemilu dan penghitungan suara, sudah ada enam caleg dan 10 timses datang untuk menenangkan diri di padepokannya. Mereka memiliki alasan yang sama yakni anjloknya suara dan tak tercapai harapannya.

Umumnya, mereka akan menjalani terapi mandi air kembang dan air danau, serta menjalani pengajian dan doa untuk menenangkan jiwanya yang guncang.

“Tujuan dari terapi ini agar jiwa dan pikirannya tenang dan terlepas dari beban tekanan pascapemilu,” ujar Ustaz Ujang.


Editor : Donald Karouw