Tokoh Agama di Sukabumi Minta Warga Tak Hiraukan Ajakan People Power

Antara ยท Rabu, 15 Mei 2019 - 09:29 WIB
Tokoh Agama di Sukabumi Minta Warga Tak Hiraukan Ajakan People Power

Ilustrasi gerakan people power. (Foto: Koran Sindo).

SUKABUMI, iNews.id - Tokoh agama di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar) meminta warga tidak terbawa ajakan people power yang ramai diserukan di media sosial. Aksi tersebut dinilai dapat memecah belah bangsa pascapemilu 2019.

Tokoh agama Sukabumi, KH Asep Al-Mawardi mengatakan, masyarakat sebaiknya bersabar menunggu hasil penghitungan suara KPU selesai.

"Tidak ikut-ikutan maupun terprovokasi isu 'people power' yang ramai di berbagai media sosial," kata Asep kepada wartawan di Kabupaten Sukabumi, Jabar, Rabu (15/5/2019).

Dia meyakini people power hanya mungkin dilakukan oleh orang yang mempunyai kepentingan. Sedangkan, warga Kota dan Kabupaten Sukabumi dinilai bisa menerima hasil pemilu ini dengan lapang dada.

Menurutnya, momentum Ramadan ini harusnya dapat dimanfaatkan untuk hal yang positif. Sebaiknya, masyarakat pun memperbanyak ketaatan dengan beribadah dan melakukan berbagai aktivitas yang baik-baik saja.

BACA JUGA: Tokoh Lintas Agama di Kendal Tolak Seruan People Power

"Umat Islam itu rahmatan lil alamin, bukan hanya memberikan keamanan pada orang lain tetapi juga memberikan keamanan, ketenangan kepada diri sendiri," ujar pimpinan Pondok Warosatul Anbiya ini.

Dia mengatakan, apapun hasil yang ditetapkan KPU pada 22 Mei masyarakat harus siap menerimanya dengan tangan terbuka.

"Kita sebagai umat Islam tidak boleh membuat gaduh apalagi mengacau," katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi kinerja aparat keamanan yang sejak awal pemilihan sampai selesai pemungutan dan penghitungan suara tingkat Sukabumi kondisi daerah tetap aman dan tidak ada gesekan antarsimpatisan.

Sementara itu, Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Susatyo Purnomo Condro, mengimbau masyarakat di wilayah hukumnya untuk tetap menahan diri dan tidak mudah terprovokasi.

"Selain itu, jangan mudah percaya dengan informasi yang ada di media sosial, sebelum disebarkan alangkah baiknya disaring terlebih dahulu," ujar Susatyo.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal