Trauma dan Merasa Dirugikan, Aceng Fikri Akan Somasi Satpol PP Kota Bandung

Ii Solihin ยท Selasa, 27 Agustus 2019 - 19:54 WIB
Trauma dan Merasa Dirugikan, Aceng Fikri Akan Somasi Satpol PP Kota Bandung

Mantan Bupati Garut Aceng Fikri dan istrinya, Siti Elina Rahayu saat konferensi pers terkait insiden razia satpol PP di sebuah hotel kawasan Lengkong Kota Bandung. (Foto: iNews.id/Ii Solihin)

GARUT, iNews.id - Mantan Bupati Garut Aceng HM Fikri mengaku sangat dirugikan dengan apa yang telah dialaminya saat menginap di salah satu hotel di kawasan Jalan Lengkong Kota Bandung, Jawa Barat pada Jumat (23/8/2019).

Anggota DPD dari Jawa Barat itu pun berencana melayangkan somasi ke Satpol PP Kota Bandung atas perlakuan yang dialaminya.

“Saya menunggu respons ya surat dari Sekjen DPD RI, kita lihat ke depan kemungkinan untuk dilakukan upaya hukum ya. Kemungkinan saya akan mengajukan somasi,” kata Aceng Fikri ditemui di rumahnya Kampung Copong, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (27/8/2019).

Sebelum mengajukan somasi, kata Aceng, dirinya terlebih dulu akan mengantar istrinya, Siti Elina Rahayu ke Komnas Perempuan.

“Yang terdekat insyaallah minggu ini saya akan antar istri saya ke Komnas Perempuan. Sekarang sedang dikondisikan melali pemerhati perempuan di Jakarta untuk datang ke Komnas Perempuan dulu,” katanya.

BACA JUGA: Terjaring Razia Satpol PP di Hotel Bandung, Aceng Fikri: Ya Nggak Apa-Apa

Aceng mengaku sangat menyesalkan tindakan petugas Satpol PP Kota Bandung yang merazianya karena tak diberikan ruang untuk menjelaskan, padahal saat itu sedang bersama istri sahnya. 

“Begitu saya mau menjelaskan tak diberi ruang, malah saya dipaksa untuk naik mobil satpol pp diminta menjelaskan di kantornya,” kata Aceng Fikri.

Aceng Fikri dan istrinya mengaku kaget karena tiba-tiba petugas Satpol PP langsung meminta mereka untuk menunjukan identitas.

“Ingin menjelaskan bahwa wanita yang bersama saya ini istri sah saya, Siti Elina Rahayu yang baru saya nikahi beberapa bulan lalu dengan menunjukan foto-foto pernikahan, termasuk buku nikah,” katanya.

Kendati demikian, petugas Satpol PP bersikeras membawa Aceng Fikri dan istrinya ke Kantor Satpol PP Bandung. “Saya terpaksa menuruti, meski kesal hati saya,” katanya.

Akibat kejadian tersebut, kata Aceng, bukan hanya dirinya dan istrinya yang dirugikan. Tapi, orang tua, keluarga, dan anak-anaknya juga harus menanggung malu, bahkan akibat peristiwa tersebut sampai saat ini istrinya mengalami trauma.

“Saya di sini sangat dirugikan. Saya seolah-olah dituduh berbuat asusila. Padahal, saya bersama suami saya. Saya trauma, ke mana-mana takut. Makan nggak enak. Ini pengalaman pertama saya diperlakukan tidak enak. Saya tidak terima karena salahnya di mana tidak ada,” katanya.


Editor : Kastolani Marzuki