Tulis Status Provokatif soal People Power, Oknum Dosen di Bandung Ditangkap

Sindonews, Agung Bakti Sarasa ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 16:54 WIB
Tulis Status Provokatif soal People Power, Oknum Dosen di Bandung Ditangkap

Polisi saat ekspose kasus yang menjerat tersangka Solatun Dulah Sayuti (56) di Mapolda Jabar. (Foto: SINDOnews/Agung Bakti Sarasa)

BANDUNG, iNews.id – Solatun Dulah Sayuti (56), seorang dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bandung ditangkap polisi. Dia ditetapkan sebagai tersangka atas unggahan status bernada provokatif mengenai people power di media sosial (medsos).

Tersangka Solatun diringkus anggota Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Diteskrimsus) Polda Jawa Barat (Jabar), Kamis (9/5/2019). Dia diamankan dalam rumahnya di Margahayu Raya, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung.

Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Samudi mengatakan, penangkapan tersangka karena dinilai telah membuat postingan bernada ujaran kebencian dan memprovokasi warga melalui medsos. Unggahan bermuatan provokatif yang ditulisnya menuai 68 komentar dan 10 kali dibagikan di akun facebook pribadinya.

"Pelaku ini melakukan ujaran kebencian dan menghasut yang dapat membuat keonaran," ujar Samudi di Gedung Ditreskrimsus Polda Jabar, Jumat (10/5/2019).

BACA JUGA: Viral Ajakan People Power di Bojonegoro Beredar di WA, Ini Isi 6 Poin Seruannya

Hasil penyelidikan, tersangka mendapat info people power dari grup WhatsApp 'PejuangPersatuanIndonesia' yang diikutinya.

"Jadi pelaku ini ikut grup WA 'PerjuanganPersatuanIndonesia'. Tersangka menyampaikan narasi imbauan berupa posting status di Facebook dengan akses terbuka. Status tersangka dapat dilihat seluruh pengguna akun medsos," kata Samudi.

Atas perbuatannya, tersangka Solatun disangkakan melanggar Pasal 14 ayat (1) KUHP dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Kami tidak menjerat tersangka dengan pasal UU ITE. Tersangka terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara. Kami menyita barang bukti satu unit telepon seluler (ponsel) merek Xiaomi," tutur Samudi.


Editor : Donald Karouw