Viral Petugas KPPS di Bandung Tewas Diracun, Ini Faktanya

Antara ยท Jumat, 10 Mei 2019 - 20:26 WIB
Viral Petugas KPPS di Bandung Tewas Diracun, Ini Faktanya

Ilustrasi hoaks. (Foto: Istimewa)

BANDUNG, iNews.id – Jagat maya dibuat geger dengan beredarnya informasi yang menyebutkan seorang petugas KPPS di Bandung meninggal akibat diracun. Identitas korban disebut bernama Sita Fitriati.

Merespons kabar yang meresahkan tersebut, Muhamad Rizal Misbahudin kakak kandung dari Sita Fitriati membenarkan jika adiknya telah meninggal. Namun dia membantah jika penyebab kematiannya karena diracun.

Rizal mengaku tak habis pikir ada orang tak bertanggung jawab yang menyebarkan berita hoaks atas kematian adiknya.

"Makanya saya juga heran kenapa ini bisa jahat banget orang yang bikin berita hoaks," ujarnya, Jumat (10/5/2019).

BACA JUGA: 456 Petugas KPPS Gugur, Kumpulan Dokter Spesialis Desak Bentuk TGPF

Dalam konten hoaks yang beredar di media sosial, almarhumah Sita disebutkan meninggal akibat racun VX. Yakni disebutkan sebagai cairan tidak berwarna dan tidak berbau yang dapat mengganggu sistem sarat tubuh. Padahal kata Rizal, saat adiknya meninggal, tidak ada pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis.

Rizal pun menempuh jalur hukum kepada pihak yang menyebarkan informasi hoaks tersebut. Dia mengaku sudah membuat laporkan ke polisi.

"Kalau kami dari pihak keluarga, yang penting minimal sudah menjelaskan kepada polisi jika itu hoaks. Kalaupun misalnya ada yang tidak percaya, yang penting kami sudah buat laporan," kata Rizal.

Dia juga menjelaskan, jika ada banyak kesalahan data dan tak ketidaksesuaian antara fakta dalam konten hoaks yang beredar tersebut. Seperti adiknya berusia 23 tahun, namun tertulis 21 tahun.

“Terus foto yang dilingkar dalam postingan itu bukan adik saya. Itu yang wajahnya dilingkari kebetulan anaknya Pak RW. Dan itu orangnya masih hidup," ucapnya.

Rizal berharap peristiwa duka yang sedang dirasakan keluarganya tidak dimanfaatkan sejumlah oknum untuk dipolitisasi. “Kami benar-benar kaget. Karena kalau (informasinya) sudah nyampe grup medsos, kan berarti sudah menyebar," tuturnya.


Editor : Donald Karouw