Warga Berharap PT MSS Tutup Aktivitas Tambang di Sukamulya Purwakarta

Irwan ยท Kamis, 10 Oktober 2019 - 13:15 WIB
Warga Berharap PT MSS Tutup Aktivitas Tambang di Sukamulya Purwakarta

Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika, saat meninjau lokasi rumah warga yang menjadi korban di Kampung Cihandeuleum. (Foto: iNews/Irwan).

PURWAKARTA, iNews.id - Masyarakat di Kampung Cihandeuleum, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat (Jabar), berharap PT Mandiri Sejahtera Sentra (PT MSS), menutup aktivitas tambang di wilayah tersebut. Sebab, warga khawatir akan terjadi masalah serupa yang menimbulkan korban jiwa.

Warga yang menjadi korban di Kampung Cihandeuleum, Arya (47) mengatakan, sebaiknya proyek PT MSS ditutup saja. Karena, warga selalu khawatir bila bencana seperti ini terulang lagi.

"Proyek ini kan masih lama. Artinya, kami yang tinggal di kampung ini masih harus was-was dalam jangka waktu lama," kata dia kepada wartawan di Desa Sukamulya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Jabar, Kamis (10/10/2019).

BACA JUGA: Kepanikan Warga Sukamulya Purwakarta saat Batu Besar Menghujani Rumah Mereka

Menurut dia, warga tak ingin lama-lama merasakan bahaya terkena reruntuhan batu akibat aktivitas tambang di atas tebing Gunung Miun. Namun sebelum tutup, dia meminta pihak perusahaan mengganti kerugian warga yang rumahnya hancur setelah tertimpa hujan bongkahan batu.

Warga di Kampung Cihandeuleum meninjau area rumahnya yang hancur tertimpa bongkahan batu. (Foto: iNews).

 

Dia juga membantah kalau pihak perusahaan mengklaim banyak warga di kampung ini yang bekerja di areal tambang tersebut. Arya memastikan, hanya ada dua orang warga di wilayahnya yang bekerja di sana.

"Hanya dua orang. Bohong itu 70 persen dari warga di sini. Lagi pula bahaya yang timbul lebih besar," ujar dia.

BACA JUGA: Hujan Batu di Purwakarta akibat Aktivitas Tambang, 7 Rumah dan 1 Madrasah Rusak

Sementara itu, Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan, akan meminta dinas terkait bersama aparat desa dan kecamatan untuk mengkaji kembali perizinan perusahaan PT MSS.

"Kalau sudah tidak layak. Saya harap Pemprov Jabar menutup aktivitas pertambangan tersebut," ujar dia saat meninjau lokasi rumah warga yang menjadi korban di Kampung Cihandeuleum.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal