Waspada, BNPB Sebut Potensi Tsunami di Selatan Jawa Tinggi

Antara ยท Selasa, 06 Agustus 2019 - 22:30 WIB
Waspada, BNPB Sebut Potensi Tsunami di Selatan Jawa Tinggi

Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: Dok iNews).

GARUT, iNews.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut potensi bencana tsunami di pantai selatan Jawa terbilang sangat tinggi. Pernyataan ini bukan dalam rangka menakut-nakuti, namun meminta warga lebih waspada.

Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPB, Wartono mengatakan, masyarakat pesisir pantai harus lebih sadar terhadap ancaman bencana tersebut. Apalagi kejadian tsunami bisa sewaktu-waktu terjadi.

"Ini kan baru potensi yah bukan prediksi, namanya potensi ada," kata Wartono kepada wartawan di sela-sela kegiatan sosialisasi ancaman bencana alam di kawasan Lapan, Kecamatan Cikelet, Kabupaten Garut, Jawa Barat (Jabar), Selasa (6/8/2019).

BACA JUGA: Peringatan Tsunami Dicabut, Warga Pesisir Sukabumi Tetap Bertahan di Pengungsian

Menurut dia, peringatan potensi tsunami tujuannya bukan untuk menakuti masyarakat. Tapi sekadar mengingatkan warga agar lebih sadar dan selalu waspada.

Dia menyampaikan, BNPB berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat salah satunya dengan melakukan kegiatan Ekspedisi Desa Tangguh Bencana (Destana) Tsunami yang bertujuan mengedukasi masyarakat.

"Mengedukasi warga agar selalu menyaring informasi yang diterima soal bencana, jangan termakan informasi hoaks, harus dicek dulu kebenarannya," katanya.

BACA JUGA: Gempa Banten M 6,9 Rusak Puluhan Rumah di Cianjur, Warga Diminta Tetap Waspada

Upaya lain mengantisipasi ancaman tsunami, kata dia, dengan telah dipasangnya alat Early Warning System (EWS) di pantai selatan Jawa. Misalnya saja di Kabupaten Garut sudah dipasang delapan EWS di perairan pantai daerah tersebut.

Selain itu, kata dia, BNPB juga melakukan mitigasi dan mengevaluasi setiap desa terkait ketangguhan dan kesiapannya terhadap ancaman bencana alam.

"Kami juga terus sosialisasi soal mitigasi, evaluasi juga di setiap desa soal ketangguhan bencananya," ujar Wartono.


Editor : Andi Mohammad Ikhbal