Wawali Tasikmalaya Dilarang KPK Bertemu Wali Kota saat Penggeledahan

Asep Juhariyono ยท Rabu, 24 April 2019 - 16:43 WIB
Wawali Tasikmalaya Dilarang KPK Bertemu Wali Kota saat Penggeledahan

Wawali Tasikmalaya, Muhammad Yusuf memberi keterangan kepada wartawan mengenai penggeledahan KPK di Kanto Wali Kota Tasikmalaya, Jabar, Rabu (24/4/2019). (Foto: iNews/Asep Juhariyono)

TASIKMALAYA, iNews.id – Wakil Wali Kota (Wawali) Tasikmalaya Muhammad Yusuf turut menyaksikan penggeledahan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di ruangan Kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman, Rabu (24/4/2019). Yusuf mengaku belum berbicara dengan Budi karena tidak diizinkan oleh penyidik KPK.

“Pak wali tadi lagi ada di ruang tamu, di ruangan kerjanya. Tapi saya lihat beliau, beliau lihat saya. Saya minta izin kepada petugas KPK ketemu beliau, tapi belum dibolehkan karena masih dalam pemeriksaan, mungkin ya. Saya wakil, saya bilang. Nanti saja, katanya,” kata Yusuf kepada wartawan.

Yusuf juga mengaku tidak mengetahui penggeledahan penyidik KPK itu terkait kasus apa. Namun, informasi yang diperoleh, penggeledahan itu terkait kasus suap dalam pengurusan dana alokasi khusus (DAK) dan dana insentif daerah (DID) Kota Tasikmalaya tahun 2018-2019.

BACA JUGA:

KPK Geledah Kantor Wali Kota Tasikmalaya sejak Rabu Pagi

Usai Penggeledahan, Petugas KPK Bawa Kepala Dinas PUPR Tasikmalaya

Kasus ini melibatkan eks pejabat Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Yaya Purnomo. Mantan Kepala Seksi Pengembangan Pendanaan Kawasan Perumahan dan Permukiman Direktorat Evaluasi Pengelolaan dan Informasi Keuangan Daerah Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kemenkeu itu telah divonis 6,5 tahun penjara.

“Yang saya lihat mereka pakai rompi krem ada tulisannya KPK. Di luar juga banyak anggota Kepolisian. Tidak tahu apa yang dilakukan, tapi ada berkas-berkas di ruang sesprinya yang diambil. Petugasnya ada mungkin tadi sekitar 8,” kata Yusuf.

Dia mengatakan, petugas KPK masuk ke ruangan Kantor Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mulai sekitar pukul 09.30 WIB tadi, sambil membawa sejumlah koper besar. Petugas kemudian mengumpulkan berkas-berkas dan memeriksa ruangan kerja itu.

Selain Wali Kota Budi Budiman, petugas KPK juga mengumpulkan Sekretaris Daerah (Sekda) Ivan Diksa dan sejumlah kepala dinas di dalam ruang kerja wali kota. Kepala dinas itu di antaranya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tasikmalaya Adang Mulyana, Kepala Dinas Kesehatan Cecep Z Cholis, dan Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soekarjo Kota Tasikmalaya, Wasisto.

Penggeledahan ruang kerja wali kota ini mendapatkan pengawalan ketat dari petugas Shabara Polres Tasikmalaya Kota yang bersenjata lengkap.


Editor : Maria Christina