11 Korban Gempa dan Tsunami Palu Akhirnya Dipulangkan ke Batang

Suryono ยท Jumat, 12 Oktober 2018 - 13:30 WIB
11 Korban Gempa dan Tsunami Palu Akhirnya Dipulangkan ke Batang

Warga Batang yang berhasil dipulangkan dari Palu, Sulteng, disambut Bupati Batang Wihaji di rumah dinasnya, Jumat (12/10/2018). (Foto: iNews/Suryono)

BATANG, iNews.id - Sebanyak 11 orang warga Kabupaten Batang yang menjadi korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), akhirnya bisa pulang ke kampung halamannya di Kecamatan Reban, Jumat (12/10/2018). Para korban datang dengan keadaan selamat dan langsung disambut jajaran Pemkab Batang.

Para buruh bangunan tersebut mengaku sempat tidak diizinkan pulang oleh mandor tempatnya bekerja karena masih meninggalkan tanggungan pekerjaan dan gajinya belum dibayar. Namun, setelah Pemkab Batang bernegosiasi, akhirnya mereka bisa dikembalikan ke kampung halamannya.

Dari pantauan iNews, 11 warga yang baru saja tiba di Batang tampak lesu usai menempuh perjalanan dari Palu menuju Jakarta melalui jalur udara. Mereka selanjutnya menempuh perjalanan menuju Batang via darat. Rombongan akhirnya sampai di rumah dinas bupati Batang, Jumat siang.

BACA JUGA:

Pengungsi Korban Gempa Palu di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri Direlokasi

603 Pengungsi Asal Palu Masih Bertahan di Asrama Haji Sudiang Makassar

Mereka  berangkat ke Palu sekitar dua bulan lalu untuk bekerja di pengembang perumahan sebagai buruh bangunan. Mereka tak menyangka tempatnya mengadu nasib diguncang gempa dan tsunami begitu dahsyat hingga permukiman warga porak-poranda.

Saat kejadian, para buruh bangunan ini langsung lari keluar dari gedung tempat bekerja. Tiga orang hilang, satu ditemukan meninggal dan satu masih dalam pencarian. “Ada saudara saya juga yang masih tinggal di sana dan belum bisa pulang,” kata korban gempa, Judi.

Seluruh warga yang selamat tampak masih syok dan seolah tak percaya bisa pulang ke kampung halamannya. Bahkan, beberapa terlihat menangis terharu karena bisa pulang. Mereka masih tak bisa menyembunyikan trauma akan gempa tsunami yang dialami saat di Sulteng.

Bupati Batang Wihaji yang menyambut warga mengatakan, pemulangan warga Batang yang yang menjadi korban gempa dan tsunami di Sulteng ini sudah kedua kalinya. Pada pekan lalu, 13 warga Batang juga telah dibawa pulang. “Warga Batang yang terdaftar bekerja di Palu kan 31 orang,” katanya.

Para korban sebelumnya sempat ditahan oleh mandor proyek karena merasa bertanggung jawab kepada anak buahnya yang belum mendapatkan gaji. “Namun, Pemerintah Kabupaten Batng melakukan negosiasi sehingga mereka bisa dipulangkan dengan selamat,” ujar Wihaji.

Menurut Wihaji, saat ini masih ada tersisa tujuh orang warga Batang di Palu, Sulteng. Pemkab Batang akan terus memantau perkembangan mereka. “Jika sudah bisa dan pekerjaan selesai, maka mereka juga segera dipulangkan,” kata Wihaji.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Wihaji memberikan santunan sebagai rasa empatinya kepada para warga Batang yang terdampak gempa dan tsunami di Sulteng. Dia mengimbau warga yang ingin kembali bekerja di Sulteng terlebhih dahulu memastikan kondisi di sana aman dan sudah kembali normal.

Data sementara, ada satu warga Batang yang tewas akibat bencana di Sulteng, atas nama Mudi. Selain itu, satu orang dinyatakan hilang, yakni Naryo.


Editor : Maria Christina